Usai sukses dengan karya-karya seperti Rewind Indonesia 2020, DPR – Musikal dan lainnya, di bulan terakhir mereka berkarya, SkinnyIndonesian24 kembali mengeluarkan salah satu persembahan terakhir mereka untuk penonton Indonesia, PENSI – Pentas Swara Indonesia yang trending di youtube.
PENSI merupakan video pertunjukkan seni budaya Indonesia yang dibalut dengan kemasan lebih modern.
Selama 30 menit, penonton diantar keliling Indonesia, mulai dari Kalimantan hingga Sumatera, melalui 32 lagu-lagu daerah yang dibawakan oleh 100 anggota paduan suara.
Baca Juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama Jovial da Lopez, Pacar Kezia Aletheia
Berikut fakta-fakta menarik video PENSI karya SkinnyIndonesian24 dilansir dari berbagai sumber:
The Da Lopez Brothers Lantunkan Jigle Indomie
Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez (The Da Lopez Brothers) melantunkan jingle Indomie dengan dikelilingi oleh 100 anggota paduan suara.
Dalam video jingle Indomie yang berdurasi satu menit itu, anggota paduan suara mengenakan pakaian merah dan The Da Lopez Brothers mengenakan pakaian putih.
PENSI Menampilkan Tarian Tradisional
Tak sampai di situ saja bahkan PENSI juga menampilkan tarian tradisional tari piring. Dalam video tersebut, penari beraksi dengan diiringi lagu Ayam Den Lapeh oleh tim paduan suara selama satu menit.
Ada Pesan Tersembunyi Dalam PENSI
Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez berharap dengan video ini mereka bisa kembali menaikkan kecintaan anak-anak muda terhadap budaya Indonesia, terutama lagu-lagu daerah, yang sudah mulai ditinggalkan.
"Budaya Indonesia itu tidak hanya identik dengan hal-hal kuno dan ketinggalan zaman dan bahwa kita, anak-anak Indonesia, harus bisa meneruskan warisan perjuangan budaya," katanya dalam keterangan resmi.
Baca Juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama Andovi da Lopez, Sutradara Pertunjukan PENSI SkinnyIndonesian24
Kejutan dengan Adanya Penampilan dari Beberapa Musisi Indoneisa
Dalam video Pensi tersebut juga ada beberapa penampilan kejutan dari para bintang tamu, seperti Barry Likumahuwa, gamaliél, Nowela, Albert Fakdawer dan Yura Yunita. Tidak lupa juga balutan kain-kain khas Indonesia yang telah dimodernisasi, karya tim Swara Gembira dalam misi untuk #BerkainGembira.