Di kawasan Jatinangor banyak tumbuh perguruan tinggi atau kampus terkenal. Beberapa diantaranya seperti Universitas Padjadjaran (Unpad) hingga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
Jatinangor yang kini berubah menjadi kota metropolitan Bandung Raya merupakan kota pendidikan pada awal mulanya. Berkembangnya perguruan tinggi yang ada di Jatinangor menjadi faktor utama pesatnya potensi kawasan Jatinangor ini.
Setidaknya ada 4 perguruan tinggi atau kampus yang terkenal di kawasan Jatinangor. Berikut correcto coba sajikan untuk Anda selengkapnya.
Baca juga: 9 Jenis Makanan Ini Ternyata Jadi Jajanan yang Sangat Diminati Anak Unpad di Jatinangor
1. Universitas Padjadjaran
Universitas Padjadjaran merupakan salah satu universitas prominen tertua di Indonesia yang didirikan sejak 24 September 1957. Berawal di kampus Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Unpad kemudian membuka pengadaan dan pengelolaan lahan Pendidikan di Jatinangor.
Terinspirasi oleh “Kota Akademik Tsukuba”, Rektor keenam Unpad, Prof. Dr. Hindersah Wiraatmadja menggagas “Kota Akademis Manglayang”, yang terletak di kawasan kaki Gunung Manglayang, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Hal ini menjadi solusi atas permasalahan sebelumnya yang disebabkan menyebarnya letak kampus di 13 lokasi. Hal ini menyulitkan dalam koordinasi. Pengembangan daya tampung, produktivitas, mutu lulusan, dan pengembangan sarana/prasarana fisik.
Sejak tahun 1977, Unpad merintis pengadaan lahan yang memadai dan tahun 1979 baru disepakati dengan adanya penunjukkan lahan bekas perkebunan di Jatinangor. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 593/3590/1987, kawasan itu meliputi luas 3.285,5 Hektar, terbagi dalam 7 wilayah peruntukkan. Khusus untuk Unpad, wilayah pengembangan kampus di Jatinangor mencakup 175 h.
Secara bertahap, Unpad telah mulai memindahkan kegiatan pendidikannya ke Jatinangor sejak 1983, yang diawali oleh Fakultas Pertanian. Kemudian diikuti oleh fakultas-fakultas lainnya yang ada di lingkungan Unpad. Pada 5 Januari 2012, gedung Rektorat Unpad resmi pindah ke Jatinangor.. Sejak 2012 pula, seluruh bentuk kegiatan pada jenjang Strata 1 dipusatkan di Jatinangor. (Unpad)
2. Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jatinangor
Pada awalnya, kompleks Kampus ITB dikelola sebagai kampus pusat dan rektorat Universitas Winaya Mukti. Sejak Tahun 2012,pengelolaan lahan dan asset tersebut dipindah tangankan pada pihak Institut Teknologi Bandung dari Unwim oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kampus ITB Jatinangor dijadikan sebagai off G Campus pertama ini berada diatas lahan seluas 46 hektar direncanakan untuk pusat pengembangan keunggulan life sciences. OFF-G Campus adalah kampus yang berlokasi di luar area Jalan Ganesha No.10 Bandung, yang akan dikembangkan sekaligus sebagai kesempatan untuk mengatasi keterbatasan dan hambatan ITB dalam engimplementasikan misi mencapai visi ITB. OFF-G Campus akan difungsikan untuk memperkuat infrastruktur ITB dan memastikan efektivitas dan efisiensi hasil Tri Dharma ITB kepada para stakeholdernya. OFF-G Campus seyogyanya diorientasikan untuk fokus (konsentrasi) pada bidang-bidang tertentu pada setiap Multi-Kampus tersebut.
Di dalam operasinya perlu dibangun sinergitas antara ITB dengan Pemerintah Daerah setempat untuk dapat memaksimalkan peran dan fungsi Multi-Kampus ITB di daerah dimana Multi-Kampus tersebut berada. Penyelenggaraan Multi-Kampus dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas publik dengan mutu setara dengan program-program di Institut Teknologi Bandung Kampus Ganesha. Pengembangan ITB melalui Multi-Kampus ini diharapkan bisa mendorong mutu dan tingkat pendidikan secara adil dan merata bagi masyarakat. (Multisite ITB).
3. IKOPIN
Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) berdiri secara resmi pada tanggal 7 Mei 1982 bertepatan dengan keluarnya ijin operasional dari Kopertis Wilayah IV Jawa Barat. Ikopin didirikan dan dibina oleh Yayasan Badan Pembina Pendidikan dan Penelitian Perkoperasian (Yayasan BP-4), sekarang telah diubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK). Dalam tahun 1984 Ikopin memperoleh status Terdaftar berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud No. 133/1984.
Pada tahun akademik 2016, Ikopin telah menambah 3 program studi lagi yaitu : program studi Diploma-3 Keuangan dan Perbankan, program studi Strata-1 Akuntansi, dan program studi Strata-1 Ekonomi Syariah.
4. IPDN
Pemerintah mendirikan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada tanggal 17 Maret 1956 di Malang, Jawa Timur dan diresmikan oleh Presiden Soekarno. APDN terus berkembang seiring dengan bertambahnya kebutuhan tenaga aparatur pemerintah di setiap daerah. Pada Tahun 1970-an APDN terus didirikan di 20 provinsi di Indonesia.
Pada 1989, ke-20 APDN ini diintegrasikan menjadi satu di wilayah Jatinangor, Jabar. Lalu sekolah ini berubah nama menjadi STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Setiap kelulusannya dikukuhkan oleh Presiden RI sebagai calon pamong prajamuda.
Baca juga: 4 Kenangan Terindah Anak Unpad, Mulai dari Tanjakan Cinta hingga Odong-odong
Setelah ada kejadian kekerasan hingga menewaskan seorang praja Wahyu Hidayat di STPDN Tahun 2003, pemerintah lalu melebur STPDN dan IIP menjadi satu, yakni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004.
IPDN memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Politik Pemerintahan yang terdiri dari dua jurusan, yaitu jurusan Kebijakan Pemerintahan dan Jurusan Pemberdayaan Masyarakat.
Kedua, Fakultas Manajemen Pemerintahan yang terdiri dari empat jurusan, yaitu Jurusan Manajemen Sumber Daya Aparatur, Jurusan Pembangunan Daerah, Jurusan Keuangan Daerah, dan Jurusan Kependudukan dan Catatan Sipil.