Cerita Kakak Kandung Mantan Komandan KRI Nanggala-402 saat Kapal Selam ada Masalah Sedang Berada di Dasar Laut

Cerita Kakak Kandung Mantan Komandan KRI Nanggala-402 saat Kapal Selam ada Masalah Sedang Berada di Dasar Laut

Ekel Suranta Sembiring
2021-05-01 02:10:24
Cerita Kakak Kandung Mantan Komandan KRI Nanggala-402 saat Kapal Selam ada Masalah Sedang Berada di Dasar Laut
Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa (foto: Pelopor Passus Kapal Selam Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa)

Kisah Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmabar II sekaligus mantan Komandan KRI Nanggala-402 Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa kini diceritakan oleh kakak kandungnya saat kapal selam ada masalah sedang berada di dasar laut.

Kakak kandungnya bernama Anton Charliyan yang merupakan mantan Kapolda Jabar mengaku, Iwa sering bercerita soal kisanya selama berkarir menjadi pasukan khusus kapal selam kepadanya.

"Iwa selalu bercerita tentang apa yang selama ini menjadi tugasnya kepada saya. Saya pun sering berkumpul bersama mereka dalam perjalanan karirnya. Jadi, kalau ada mesin mati beberapa menit itu katanya masih beruntung. Iya, bisa dikatakan trouble mesin mati di bawah laut dalam kapal selam itu sering terjadi," jelas Anton seperti dikutip Correcto.id dari Kompas.com, Jumat (30/4/2021).

Anton menambahkan, kisah cerita dari adik kandungnya, Iwa Kartiwa, bersama teman-temannya itu selalu berulang-ulang diceritakan setiap mereka pulang melaut memakai kapal selam.

Adiknya sudah menjadi komandan beberapa kapal selam, termasuk KRI Nanggala 402 yang baru saja tenggelam hingga menyebabkan 53 awaknya gugur. 

"Saya jujur kadang merinding tiap kali mendengar cerita adik saya dan teman-temannya. Mereka menyebut beruntung kalau mesin mati beberapa menit di laut dengan kedalaman lebih dari 200 meter ke bawah. Tapi, ya karena mereka pasukan khusus kapal selam dan sangat sulit menjadi anggota khusus tersebut selama ini. Makanya, mereka sangat mengetahui risikonya secara detail demi membela negara," tambah Anton.

Selain mesin kapal selam mati, lanjut Anton, adiknya selalu mengisahkan rasanya saat listrik kapal selam mati ketika berada di dasar laut. Mereka pun selama bertugas tak henti waspada selama 24 jam penuh selama mereka menjalankan tugas menjaga kedaulatan lautan Indonesia. 

"Sementara kondisi kapal selam sekarang cukup tua dan tak bisa apa-apa saat ada masalah. Kondisi kapal selam mereka selalu curhat terkait kondisi kapal sekarang cukup tua dan tak bisa apa-apa saat ada masalah. Ini bukan hanya dengan Iwa saja. Karena saya sering kumpul juga dengan mereka. Untung berapa menit, itu untung katanya," pungkasnya.


Share :