Jokowi Minta Masyarakat Tidak Mudik saat Libur Idulfitri

Jokowi Minta Masyarakat Tidak Mudik saat Libur Idulfitri

Foto
Presiden Jokowi Minta Masyarakat Tidak Mudik saat Libur Idulfitri (Foto: Tangkap Layar Video Instagram @sekretariat.kabinet)

Untuk mencegah penyeberan virus corona, Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat agar tidak mudik saat libur Idulfitri. Hal ini disampaikannya lewat tayangan video yang dibagikan akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Jumat (16/04/2021).

"Pada lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta, dan seluruh masyarakat," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, penyebaran virus corona masih terjadi di Ramadhan tahun ini. Oleh karenanya, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan melarang mudik Lebaran. Adapun larangan itu berlaku selama 6-17 Mei 2021. 

Baca Juga: Wakapolsek di Klaten Ketahuan Selingkuh saat Digerebek Warga, ini Kronologinya

Menurut Jokowi, keputusan larangan mudik diambil melalui berbagai macam pertimbangan, utamanya karena kecenderungan kenaikan kasus Covid-19 pasca libur panjang. 

Tercatat, saat libur Idul Fitri 2020 kasus harian Covid-19 naik mencapai 93 persen. Sementara, tingkat kematian mingguan mencapai 66 persen. Meningkatnya kasus Covid-19 juga terjadi saat libur panjang 20-23 Agustus 2020. 

Saat itu, kenaikan kasus mencapai 119 persen dan kematian mingguan melonjak 57 persen. Kemudian, saat libur panjang 28 Oktober-1 November 2020, kasus meningkat hingga 9 persen.  Sementara kematian mingguan mencapai 75 persen.

Baca Juga: Video Enam Wanita dan Satu Bayi Sembunyi di Kamar Mandi Menghindari Tembakan OPM Beredar di Medsos

"Yang keempat, terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun 24 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021, mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46 persen," tutur Jokowi. 

Jokowi mengatakan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia telah mengalami perbaikan dalam dua bulan terakhir. Pada 5 Februari 2021 kasus aktif mencapai 176.672. Angka ini melandai hingga 108.032 kasus pada 15 April 2021. Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun. 

Pada Januari 2021 kasus harian mencapai 14.000-15.000 kasus per hari, tapi kini berada di kisaran 4.000-6.000 kasus. Tren kesembuhan pun terus mengalami peningkatan. Pada 1 Maret 2021 ada 1.151.915 orang yang dinyatakan sembuh, sementara pada 15 April 2021 meningkat menjadi 1.438.254 orang.

Baca Juga: Oknum Anggota DPRD Karo Dipolisikan Karena Tiduri PNS Cantik di Hotel

Jokowi pun meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti kebijakan pemerintah ini sebagai bagian dari ikhtiar atau usaha memutus penyebaran COVID-19.

"Saya mengerti kita semuanya pasti rindu sanak saudara di saat-saat seperti ini, apa lagi di lebaran nanti. Tapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman. Mari kita isi Ramadhan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita, dan juga diri kita sendiri dan seluruh masyarakat," tuturnya.




Share to: