Terduga teroris berinisial MT ditembak mati oleh Densus 88 di rumahnya yang berada di Jalan Mannuruki, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis (15/04/2021). Penembakan itu terjadi karena MT sempat mengancam keselamatan Densus 88 saat melakukan penggerebekan.
Menurut cerita tetangga MT bernama Mince (40), teroris ditembak mati oleh Densus 88 itu dikenal kurang ramah oleh tetangganya, bahkan dia pernah cekcok hingga sengaja melempari rumahnya dengan batu.
Baca Juga: 1 Teroris Ditembak Mati oleh Densus 88 di Makassar, ini Kronologinya
"Akhir bulan yang lalu. Bulan yang lalu dia lempari rumah sekitar tanggal 30-an, dia lempari rumah," ujar Mince seperti dikutip dari detik.com, Kamis (15/04/2021).
Lanjut Mince menceritakan, dirinya langsung menemui MT untuk mencari tahu mengapa rumahnya dilempar. Menurutnya, MT saat itu melempar dengan alasan air cucian Mince masuk ke halaman MT.
"Katanya air cucian saya masuk ke halamannya, nah saya ke halamannya tidak ada (air cucian)," tutur Mince.
Baca Juga: Kronologi Tewasnya Tukang Ojek Ditembak KKB di Papua
Kendati tak menemukan bukti, Mince mengaku tak memperpanjang masalah. Dia kemudian meminta maaf kepada teroris Makassar ditembak mati tersebut.
"Jadi saya minta maaf saja. Saya bilang 'Pak, saya minta maaf, saya tidak pernah kontrol air ini yang keluar'," katanya.
Tidak hanya Mince, seorang tetangga lainnya bernama Analopo (38) juga menyebut bahwa terduga teroris Makassar ditembak mati tersebut memang kerap berselisih dengan warga lain.
Baca Juga: Mahasiswa NUS Dikeluarkan Akibat Rekam Hubungan Seksual Tanpa Izin
"Kalau kami lingkungan sini, berbeda agama semua tapi baku baik kami, cuma dia (Si MT). Mungkin itu dia sendiri ji, kami bahkan yang punya tuan tanah, baku baik semua," katanya.
Untuk diketahui, Densus 88 bersama Polda Sulsel terus melakukan pengejaran terduga teroris di wilayah Sulsel pascabom bunuh diri pasangan suami istri (pasutri) L dan YSF di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/4) lalu. Hingga Rabu (14/4) lalu, sudah 31 teroris yang diamankan karena membantu aksi pasutri bomber.