Pengakuan FUI Sumut Soal Videonya Adu Pukul dengan Warga Viral di Media Sosial

Pengakuan FUI Sumut Soal Videonya Adu Pukul dengan Warga Viral di Media Sosial

Ekel Suranta Sembiring
2021-04-08 20:18:26
Pengakuan FUI Sumut Soal Videonya Adu Pukul dengan Warga Viral di Media Sosial
TANGKAP LAYAR VIDEO FUI SUMUT ADU PUKUL DENGAN WARGA VIRAL DI MEDIA SOSIAL (FOTO: INSTAGRAM/@CETUL.22)

Setelah beberapa hari video Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut) adu pukul dengan warga viral di media sosial, kini pihaknya berikan pengakuan bahwa kelompoknya diserang saat kericuhan itu.

Menurut keterangan dari Ketua FUI Kota Medan Nursarianto, kelompoknya memastikan proses pembubaran itu dilakukan atas kehendak kepala lingkungan (kepling). Pembubaran dilakukan demi menghindari kerumunan dan mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Baca Juga: Hotman Paris dan Hotma Sitompul Perang Kata-kata di Media Sosial Gara-gara Desiree Tarigan

"Keributan itu terjadi pada hari Jumat (2/4) sekitar pukul 17.00 WIB. FUI tidak membubarkan kuda lumping, yang membubarkan itu kepling," kata Nursarianto kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Nursarianto menambahkan, kepling yang membubarkan itu merupakan anggota dari FUI Kota Medan. Selain mencegah penyebaran virus Corona, alasannya membubarkan acara kuda kepang itu tidak berizin.

"Saat itu FUI mengantarkan kepling yang anggota FUI pulang dari acara peresmian kantor Gerindra Medan Deli. Saat sampai di rumahnya, ada pertunjukan kuda lumping. Saat itu spontan kepling yang kebetulan memakai baju FUI membubarkannya," ucap Nursarianto.

Baca Juga: Desiree Tarigan dan Bams Dilaporkan Asisten Rumah Tangga atas Dugaan Perampasan Kemerdekaan dan Penyekapan

"Alasan pembubaran karena tidak ada izin dan melanggar kerumunan di masa pandemi COVID-19 ini," imbuhnya.

Selain itu, Nursarianto juga mengatakan pihaknya diminta personel dari kepolisian dan TNI untuk membubarkan acara tersebut. Dia mengatakan tim dari pemain kuda lumping juga telah pulang setelah acara diminta bubar karena tidak memiliki izin.

"Setelah bubar, FUI menuju mobil di perumahan Gria House dekat lokasi acara untuk pulang. Saat sampai di perumahan, masyarakat pengundang (pemain kuda lumping) menyerang laskar FUI mengakibatkan satu laskar FUI terluka dan sudah melapor ke Polsek Medan Sunggal," jelas Nursarianto.

Sebelumnya, video adu pukul antara anggota FUI dan sejumlah warga saat pembubaran pertunjukan kuda kepang ini viral. Polisi mengatakan tengah menyelidiki kasus ini dan telah memeriksa 15 orang saksi.

"Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa," jelas Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak, Rabu (7/4).

Baca Juga: Ahok Puji Gibran saat Berkunjung ke Rumah Dinas Wali Kota Solo

Sementara itu Camat Medan Sunggal, Indra Mulia Nasution, mengakui kepala lingkungan (kepling) yang membawa anggota FUI untuk membubarkan pertunjukan kuda kepang itu. Kepling itu pun diberi peringatan.

"Iya (kepling yang bawa anggota FUI). Tindakan dia di luar etika sebagai kepala lingkungan," kata Indra saat dihubungi, Kamis (8/4/2021).


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30