Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU Said Aqil Siroj meminta kepada dosen untuk tidak banyak mengajarkan masalah aqidah dan syariah.
Hal ini dilakukan untuk mencegah ajaran radikalisme di lingkungan perguruan tinggi di fakultas umum.
Anjuran yang diungkapkan oleh Said Aqil Siroj berlaku pada dosen agama yang mengajar di fakultas umum di berbagai universitas di Indonesia.
Kecuali, Ketua PBNU menjelaskan, fakultas ushuluddin yang harus memperluas keilmuan keagamaannya dan mendorong untuk berinovasi di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Respons Muhaimin Iskandar Ketika Disebut Calon Presiden 2024 oleh Ketua PBNU
Permasalahan yang cukup sulit di Indonesia adalah modereniasi agama.
Dalam hal ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar untuk menangkal paham radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa.