Fakta-fakta Terkini Peluncuran Rudal Baru Korut, dari Hulu Ledak Seberat 2,5 Ton hingga DK PBB akan Gelar Pertemuan Luar Biasa

Fakta-fakta Terkini Peluncuran Rudal Baru Korut, dari Hulu Ledak Seberat 2,5 Ton hingga DK PBB akan Gelar Pertemuan Luar Biasa

Ekel Suranta Sembiring
2021-03-27 18:23:58
Fakta-fakta Terkini Peluncuran Rudal Baru Korut, dari Hulu Ledak Seberat 2,5 Ton hingga DK PBB akan Gelar Pertemuan Luar Biasa
Ilustrasi Peluncuran Rudal (foto: Suara.com)

Baru-baru ini tepatnya pada Kamis (25/03/2021) pagi, Korut (Korea Utara) meluncurkan rudal barunya ke laut Jepang. Hal ini merupakan uji tembak kedua rudal balistik Korut setelah hari Minggu lalu.

Dari peristiwa ini, Correcto.id berhasil mengumpulkan beberapa fakta terkait peluncuran rudah baru milik Korut. Adapun fakta-faktanya sebagai berikut:

Baca Juga: Kemenlu RI Minta Pemerintah Amerika Serikat Jamin Keselamatan, Usai 2 WNI Diserang

1. Diluncurkan ke Laut Jepang

Setalah meluncurkan rudah pertama pada Minggu (21/03/2021) kini kembali diluncurkan pada Kamis (25/03/2021). 

Menurut informasi, peluncuran rudah ini dilakukan dari pantai timur Provinsi Hamgyong ke Laut Jepang. 

2. Rudal dengan hulu ledak 2,5 ton

Rudal yang diluncurkan ke laut Jepang tersebut bisa membawa hulu ledak seberat 2,5 ton sehingga mampu mengangkut nuklir. Hal ini disampaikan oleh pihak Pyongyang.

Kepada Reuters, Jeffrey Lewis dari James Martin Center for Nonproliferation Studies juga menyatakan, kemungkinan rudalnya tipe KN-23 dengan hulu ledak besar.

3. Dikecam Negara Tetangga

Peluncuran rudal baru milik Korut itu akirnya dikecam oleh negara tetangga, yakni Jepang dan Korea Utara. walau Tokyo mengatakan tidak ada puing-puing yang jatuh di wilayah perairannya.

Itu terjadi hanya beberapa hari setelah Korea Utara dilaporkan menembakkan dua rudal non-balistik ke Laut Kuning.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada hari Kamis (25/03) juga mengatakan tes tersebut merupakan ancaman terhadap "perdamaian dan keamanan" bagi Jepang dan kawasan.

4. Peluncuran rudal pertama saat Joe Biden sebagai Presiden AS

Diketahui, peluncuran rudal baru milik Korut ini ternyata peluncuran pertama ketika Joe Biden menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Kantor berita AFP mewartakan, itu adalah provokasi substantif pertama Korut sejak Joe Biden menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Baca Juga: Fakta-fakta Bocah 7 Tahun Hilang Misterius di Surabaya

5. Komentar Presiden AS

Setelah peluncuran pertama berhasil dilakukan Korut, kini tepatnya hari Selasa Joe Biden terlihat seperti menyepelekan rudal baru milik Korut tersebut dengan mengatakan AS tidak menganggapnya sebagai provokasi.

Tapi, Biden mengatakan uji coba itu melanggar resolusi PBB, tapi ia tetap berharap dapat menggelar dialog dengan Pyongyang.

6. Respon Korut Terkait Komentar Presiden AS

Setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memberikan komentar terkait peluncuran rudal baru milik Korut itu, akhirnya direspon oleh pihak Korut dan menganggap kritik Biden atas uji coba itu mengungkapkan 'sikap memusuhi yang sudah berakar'.

Sekretaris Komite Partai Komunis Korut, Ri Pyong Chol, mengatakan, uji coba tersebut adalah bela diri dari ancaman yang ditimbulkan Korea Selatan (Korsel) dan AS. Pyongyang menilai latihan militer gabungan Seoul dan Washington mengancam keamanan nasional mereka.

"Kami mengungkapkan keprihatinan mendalam karena kepala eksekutif AS menyatakan uji coba senjata dan latihan rutin yang sudah menjadi hak kami dalam membela diri sebagai pelanggaran resolusi PBB dan mengungkapkan dengan terbuka sikap memusuhi yang mengakar," kata Ri dalam pernyataan yang dilaporkan kantor berita KCNA, Sabtu (27/3).

Ri mengatakan, pernyataan Biden 'melanggar hak Korut untuk membela diri dan sebuah provokasi'. Ia menambahkan, Washington akan menghadapi 'sesuatu yang tidak baik' bila terus membuat 'pernyataan yang tidak bijaksana'.

"Kami tidak membangun senjata untuk menarik perhatian seseorang atau memengaruhi kebijaksanaannya. Saya pikir pemerintahan AS yang baru telah mengambil langkah yang salah," kata Ri menambahkan.

Ia menuduh pemerintah Biden 'mengeksploitasi setiap kesempatan' untuk memprovokasi Pyongyang sebagai 'ancaman terhadap keamanan'. Uji coba rudal Korut digelar satu hari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berjanji untuk mengusahakan denuklirisasi Korut dalam kunjungannya ke Seoul.

Baca Juga:  Fakta-fakta Menarik E-commerce Bukalapak Digugat Rp 90 Miliar Oleh Harmas Jalesveva

7. DK PBB akan gelar pertemuan luar biasa

Dewan Keamanan (DK) PBB akan bertemu pada Selasa (30/3/2021) untuk melakukan konsultasi luar biasa yang dilakukan secara tertutup. Pertemuan itu digelar terkait peluncuran rudal oleh Korea Utara (Korut).

Menurut sumber diplomatik di DK PBB, pertemuan tersebut diminta oleh Prancis atas nama anggota Dewan Eropa (Prancis, Inggris, Estonia, Irlandia, Norwegia).

"Diharapkan itu akan diadakan pada hari Selasa dalam format tertutup," kata sumber itu seperti dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Sabtu (27/3/2021).


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30