Dewa Kipas Dinilai Curang, Ini Kata Percasi

Dewa Kipas Dinilai Curang, Ini Kata Percasi

Alpandi Pinem
2021-03-16 23:19:21
Dewa Kipas Dinilai Curang, Ini Kata Percasi
Ilustrasi Catur Online (Istimewa)


Polemik Dadang Subur alias Dewa Kipas semakin ramai diperbincangkan oleh warganet. Bahkan dirinya sempat diundang ke acara podcast di Channel Youtube Deddy Corbuzier.

Hal ini terkait kejadian Dadang Subur sebagai pemilik akun Dewa Kipas di situs catur daring Chess.com, telah mendapatkan hukuman banned setelah ia mengalahkan Master Catur Internasional, Levy Rozman alias GothamChess. Pemblokiran yang diterima Dewa Kipas terindikasi adanya kecurangan yang melanggar aturan fair play di situs Chess.com.

Namun banyak pihak mengira pemblokiran tersebut atas dasar laporan dari penggemar GothamChess yang tidak terima idolanya dikalahkan, dan menganggap Dewa Kipas melakukan kecurangan.

Baca Juga: Komentari Polemik Dewa Kipas, Grand Master Irene Kharisma Sukandar: Coreng Wajah Pecatur Indonesia

Terkait hal itu Kepala Bidang Pembinan dan Peningkatan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) Kristianus Liem memberikan penjelasan soal dugaan kecurangan  tersebut.

Menurut Kristianus catur online sudah mulai ramai sejak sekitar 10 tahun terakhir. Kalkulasi melalui perhitungan mesin alogoritma membuat kecurangan bisa dengan mudah terdeteksi dalam permainan catur online.

"Jadi Dewa Kipas main dengan bantuan program di mesin komputernya. Biasanya yang tidak disukai pecatur itu. Apalagi sekarang banyak program pengaturan itu yang free, sudah banyak di aplikasi handphone," kata Kristianus, Selasa (15/3/2021).

Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Agama Irene Kharisma Sukandar, Pecatur Indonesia yang Bahas Kasus Dewa Kipas

Cara paling mudah untuk mengetahui jika seseorang melakukan kecurangan di catur online menurut Kristianus yaitu dari segi teknik yang tidak pernah salah saat bermain. Sebab, lanjut Kristianus, program kecurangan di komputer dalam catur online bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk bisa mengatur langkah mengalahkan lawan.

"Mesin itu akan mengkalkulasikan langkah kemudian dihitung dengan algoritmanya. Per detik bisa berapa puluh ribu posisi dan langkah. Semakin tinggi prosesor yang digunakan, posisi dan langkahnya akan semakin banyak, bahkan bisa jutaan," ucap Kristianus.

Dalam kasus Dewa Kipas, Chess.com dijelaskan Kristianus telah menambahkan program aplikasi lain yang bertugas sebagai wasit online untuk mendeteksi jika terjadi kecurangan. Chess.com juga berhak untuk mendiskualifikasi dan menutup akun pengguna yang ketahuan melakukan kecurangan.

Baca Juga: Ini Ungkapan Bahagia Ezra Walian Setelah Teken Kontrak Bersama Persib Bandung

Pasalnya sebelum masuk ke dalam permainan, pengguna diminta untuk mengisi persetujuan terhadap aturan dan regulasi yang telah ditentukan Chess.com.

"Yang mengecek kecurangan itu Chess.com sendiri. Mereka menaruh mesin program di aplikasinya untuk mengecek orang-orang yang main dengan bantuan mesin. Mereka memasukkan algoritma lagi sebagai proteksi, ibaratnya sebagai wasitnya."

"Jadi ketahuan, langkah-langkahnya masuk akal tidak? Akurasinya bagaimana, timing-nya. Setiap kali melangkah, kalau dia mencontek akan kelihatan langkah makan, langkah skak yang seharusnya dihindari," tutur Kristianus.


Share :