Sambut Suntikan Kedua Vaksin Sinovac ke Presiden, Tagar #JokowiVaksinKe2 Duduki Trending Indonesia

Sambut Suntikan Kedua Vaksin Sinovac ke Presiden, Tagar #JokowiVaksinKe2 Duduki Trending Indonesia

Foto
Tagar #JokowiVaksinKe2 menduduki trending Twitter Indonesia yang berisi tentang suntikan kedua vaksin Sinovac ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Foto: Twitter)

Tagar #JokowiVaksinKe2 menduduki trending Twitter Indonesia. Menurut penelusuran bahwa tagar #JokowiVaksinKe2 berisi tentang suntikan kedua vaksin Sinovac ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 

Pasalnya, Presiden Jokowi telah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 kedua pagi ini, Rabu, 27 Januari 2021 yang disiarkan langsung di YouTube  Sekretariat Presiden.


Dalam penyuntikan kedua, Presiden Jokowi terlihat memakai jaket berwarna merah serta memakai masker.  

Baca Juga: Jokowi Tegaskan ke Masyarakat Mulai Divaksin Pertengahan Februari

Tak lupa, Jokowi terus mengingatkan, meskipun sudan divaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti, memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan. 


Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memastikan untuk TNI, Polri hingga masyarakat divaksin pertengahan Februari. Sedangkan untuk prioritas awal adalah nakes seperti dokter dan perawat. 

Baca Juga: Fakta Vaksinasi ke Masyarakat, 1 Juta Orang Ditargetkan Suntik Vaksin Covid-19 Per Hari

Untuk diketahui bahwa Presiden Jokowi telah menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 pada Rabu, 13 Januari 2021.



Tag :

vaksinasi keduavaksinasi ke-2momen jokowi divaksinpresiden joko widodovaksin sinovacpenyuntikan vaksin covid-19 keduatagar #JokowiVaksinKe2 trending

Artikel Terkait :

  • Kronologi Lengkap Terbongkarnya Temuan Virus Corona Inggris B117 di Karawang, Berasal dari TKI yang Mudik

  • Biografi dan Profil Lengkap Agama Taylor Swift, yang Kehidupan Asmaranya Dijadikan Lelucon Ginny and Georgia

  • Fakta-Fakta Indonesia Masuk dalam Posisi 35 Negara Rawan Bencana, Jokowi Singgung 3.253 Bencana

  • Herd Immunity Tidak Akan Tercapai Hingga Akhir Tahun di RI, Epidemiologi UI Sarankan Pegendalian Pandemi


  • Share to: