Sudah Tahu? 7 Pewarna Alami ini Bisa Jadi Kreasi Tie-dye Lho!

Sudah Tahu? 7 Pewarna Alami ini Bisa Jadi Kreasi Tie-dye Lho!

Ekel Suranta Sembiring
2021-01-16 19:35:54
Sudah Tahu? 7 Pewarna Alami ini Bisa Jadi Kreasi Tie-dye Lho!
Kunyit (foto: halodoc.com)

Busana tie-dye, yang sempat populer di era 1969 di kalangan kaum hippie, kini kembali menjadi tren. Desain tie-dye yang cerah dan penuh warna pun kembali menghadirkan nostalgia. 

Beberapa pewarna sintetis seperti jadi jagoan untuk kreasi tie-dye. Namun, selain harganya yang relatif mahal, pewarna sintetis juga jelas tak ramah lingkungan.

Sebagai alternatif, Anda bisa mencoba berkreasi dengan beberapa jenis pewarna alami. Beberapa di antaranya bahkan bisa didapat dari dapur Anda.

Berikut pilihan pewarna alami untuk tie-dye.

1. Kayu secang


Kayu secang (foto: baktikunegeriku.com)

Selain menjadi bahan minuman tradisional populer, kayu secang juga bisa dijadikan pewarna alami. Tumbuhan ini tersebar di semua pulau Nusantara. Seduhan kayu secang dapat menghasilkan warna merah gading muda.

Baca Juga: Jenis-jenis Tie Dye yang Banyak Disukai Kalangan Masyarakat Saat ini

2. Indigofera atau tanaman nila


Indigofera (foto: Wikipedia)

Indigofera telah lama digunakan sebagai pewarna alami oleh masyarakat. Sejarah mencatat, pada abad ke-16, masyarakat India dan beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, telah membudidayakan indigofera untuk kemudian digunakan sebagai pewarna alami.

Daun dari tanaman indigofera dapat menghasilkan biru laut yang cantik. Warna yang dihasilkan umumnya sama seperti pada bahan denim.

3. Daun ketapang


Daun ketapang (foto: Tokopedia)

Pohon yang umumnya hidup di kawasan pantai ini telah lama dikenal sebagai pewarna alami. Ketapang umum digunakan oleh masyarakat pesisir.

Pada dasarnya, daun pohon ketapang memiliki pigmen warna kecokelatan. Namun, jika dicampur dengan larutan tertentu, daun ketapang bisa menghasilkan warna hitam.

4. Alpukat


Alpukat (foto: Kementan)

Tak disangka, selain mengandung banyak vitamin, alpukat juga mengandung pigmen yang membuatnya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pewarna alami.

Hampir semua bagian alpukat dapat dijadikan pewarna alami. Daun alpukat bisa menghasilkan rentang warna cokelat. Sementara biji dan kulit alpukat umumnya menghasilkan warna antara cokelat hingga merah muda.

Baca Juga: Waspada Cabai Menggunakan Pewarna Cat

5. Bawang merah dan bombai


Bawang merah dan bombai (foto: Pixabay)

Setelah dikupas, kulit bawang jangan dibuang. Manfaatkan kulit bawang sebagai pewarna alami. Kulit bawang merah dikenal memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin. Kulit bawang bombai memiliki pigmen warna kuning kecokelatan. 

Warna yang dihasilkan akan berkisar antara rentang cokelat muda menuju merah bawang.

6. Bayam


Bayam (foto: madaninews)

Jangan Anda pikir bahwa bayam hanya bisa dimakan. Bayam juga bisa menjadi salah satu pilihan pewarna alami. Pigmen warna hijau pada klorofil daun bayam dapat memberikan efek warna hijau pada kain.

Baca Juga: 8 Toko Tanaman Hias Lengkap di Indonesia, Layani Pembelian Secara Online Lho!

7. Kunyit


Kunyit (foto: halodoc.com)

Selain dikenal kaya akan manfaat kesehatan, kunyit juga menjadi salah satu pewarna alami paling populer.

Tak sulit untuk mendapatkan warna dari kunyit. Pigmen warna kuning pada kunyit yang disebut kurkuminoid sangat mudah menempel pada permukaan kain. Kunyit akan menghasilkan warna kuning yang sangat cantik.


Share :