Tanggap bencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Kepala BNPB, Doni Monardo untuk meninjau lokasi gempa di Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat 15 Januari 2021.
Kepala Bidang Humas BNPB, Rita Rosita Simatupang melaporkan bahwa Doni berangkat bersama Menteri Sosial ke Mamuju atas perintah presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Diguncang Gempa M 6,2, Gudang Penyimpanan Vaksin Covid-19 di Mamuju Aman
"Mendengar kabar terjadinya gempa di Mamuju Sulbar, Presiden memerintahkan Doni Monardo dan Mensos Risma berangkat ke Mamuju dan segera merubah rencana, berangkat ke Mamuju Sulawesi Barat," kata Rita kepada.
Disisi lain Doni Monardo juga menginstruksikan sebanyak empat helikopter BNPB menuju lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi.
Sejauh ini Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan sudah terkonfirmasi 3 orang meninggal dunia dan 24 lainnya luka-luka, serta 2.000 orang mengungsi.
Bahkan BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.
Baca Juga: Dampak Gempa di Majene, Memakan 3 Korban Jiwa dan Kerusakan Bangunan
Sebagaimana diketahui, gempa bumi tektonik terjadi di Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 01.28 WIB. Episentrum gempa di Majene terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah timur laut Majene pada kedalaman 10 km.
Guncangan gempa Majene dirasakan di daerah Majene, Mamuju IV-V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.