Alasan Terbaru MUI Berikan Sertifikasi Halal 3 Vaksin Covid-19
Foto
Majelis Ulama Indonesi (MUI) melalui Komisi Fatwa mengeluarkan sertifikasi halal kepada 3 vaksin Covid-19. Ini Alasannya. Ilustrasi. Foto: Pixabay

Alasan Terbaru MUI Berikan Sertifikasi Halal 3 Vaksin Covid-19

Majelis Ulama Indonesi (MUI) melalui Komisi Fatwa mengeluarkan sertifikasi halal kepada 3 vaksin Covid-19. Ini Alasannya.

Fatwa halal itu tertuang dalam Fatwa Nomor 02 Tahun 2021 tentang vaksin virus corona produksi Sinovac dan Biofarma, Senin 11 Januari 2021.

Fatwa ini mengikat pada tiga vaksin virus corona buatan Sinovac Life Science Co Ltd China dan PT Bio Farma (Persero) yaitu CoronaVac, Vaksin Covid-19, dan Vac2Bio.

Berikut alasan MUI berikan sertifikasi halal 3 vaksin Covid-19:

Baca Juga: Fakta Terbaru soal 15 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di RI

Poin pertama Fatwa Nomor 02 Tahun 2021 ini menyatakan bahwa vaksin virus corona buatan Sinovac Life Science Co Ltd China dan PT Biofarma (Persero) hukumnya suci dan halal.

Pada poin kedua, Fatwa MUI juga menyatakan vaksin virus corona produksi Sinovac Life Scicence Co Ltd China dan PT Biofarma (Persero) boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamananannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten.

Fatwa MUI ini berdasarkan rapat pada 8 Januari 2021. Peserta rapat Komisi Fatwa MUI menyimpulkan:

1. Vaksin virus corona buatan Sinovac dan Bio Farma dalam proses produksinya:

Tidak memanfaatkan (intifa') babi atau bahan tercemar babi dan turunannya.

Tidak memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz' minal insan).

Bersentuhan dengan barang najis mutawassithah, sehingga dihukumi mutanajjis, tetapi sudah dilakukan pensucian yang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar'i.

Menggunakan fasilitas yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin virus corona.

2. Peralatan dan pensucian dalam proses produksi vaksin di PT Bio Farma dipandang telah memenuhi ketentuan pencucian secara syar'i.

Sebelumnya, BPOM resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin virus corona Sinovac, Senin 11 Januari 2021. Dengan demikian, vaksin virus corona Sinovac telah mendapat izin untuk digunakan dalam vaksinasi.

Izin penggunaan darurat vaksin virus corona ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaskin yang dilakukan di Bandung. Selain itu, BPOM juga mengkaji hasil uji klinis vaksin virus corona Sinovac yang dilakukan di Turki dan Brasil.

Baca Juga: Menilai Efikasi dan Efektivitas Vaksin Corona

Berdasarkan analisis terhadap hasil uji klinis, BPOM memastikan bahwa vaksin Covid-19 asal Sinovac aman. Efek samping vaksin virus corona hanya bersifat ringan hingga sedang.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja memberikan restu kepada vaksin Covid-19 Sinovac yang mempunyai efikasi 65,3 persen. 

"Dan berdasarkan laporan dari efikasi vaksin di Turki adalah sebesar 91,25 persen serta di Brasil sebesar 78 persen," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito Senin 11 Januari 2021.

Terbaru, Sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac telah tiba di Indonesia, Selasa 12 Januari 2021. 

Kedatangan vaksin Covid-19 gelombang ketiga berupa 15 juta bahan baku vaksin Sinovac ini ditayangkan langsung oleh akun YouTube Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa  12 Januari 2021, sekitar pukul 12.25 WIB. Para petugas bersiap mengangkut vaksin dengan sejumlah peralatan. Anggota TNI dan polisi juga bersiaga di dekat pesawat.



Tag :

mui berikan 3 vaksin Sertifikasi HalalSertifikasi Halal 3 Vaksin Covid-19daftar 3 vaksin halal muiSinovac Sudah Direstui BPOMvaksin covid-19vaksin sinovacefek samping vaksin sinovacVaksin Covid-19

Artikel Terkait :

  • Diguncang Gempa M 6,2, Gudang Penyimpanan Vaksin Covid-19 di Mamuju Aman

  • Kumpulan Reaksi Efek Pasca Divaksin Sinovac, Dari Presiden hingga Artis

  • Usai Sherina Munaf, Ernest Prakasa Kritik Raffi Ahmad Nongkrong Usai Divaksin

  • Dampingi Ariel Noah saat Divaksin, Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Hindari Informasi Hoax


  • Share to: