Menilai Efikasi dan Efektivitas Vaksin Corona
Foto
Menilai Efikasi dan Efektivitas Vaksin Corona

Menilai Efikasi dan Efektivitas Vaksin Corona

Efikasi vaksin saat masa seperti ini, menjadi prioritas sejumlah lembaga agar tidak salah dalam mengeluarkan izin edar demi menghentikan pandemi. Salah satunya, vaksin Sinovac yang telah dikeluarkan izin penggunaannya oleh BPOM pada 11 Januari 2021 lalu. 

BACA JUGA: Mengenal Perbedaan Efikasi dan Efektivitas Vaksin untuk Menangkal Covid-19


BPOM sebagai lembaga utama yang mengeluarkan izin edar, telah memastikan bahwa vaksin Sinovac mampu menangkal virus corona hingga 65,3 persen. Perhitungan ini didapatkan BPOM dari hasil uji klinis di Indonesia. 



Hasil tersebut disebut sebagai efikasi, yaitu kemampuan suatu vaksin dalam mencegah penyakit dalam keadaan ideal dan terkontrol, dengan membandingkan kelompok yang divaksin dengan kelompok tidak divaksin/placebo. 


Meski efikasi vaksin Sinovac 65,3%, namun masih bisa digunakan karena sudah melewati batas aman Badan Kesehatan Dunia atau WHO yaitu sebesar 50%. Meski demikian, efikasi bukan jadi inti dalam menentukan sebuah efektivitas vaksin.

BACA JUGA: BPOM Keluarkan Izin Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac


Dalam kasus lain, vaksin Pfizer yang memiliki efikasi 95% pun belum tentu punya efektivitas tinggi. Hal ini diungkap Ilmuwan Pfizer yang melakukan perhitungan secara matematika dari hasil pembagian kelompok placebo (orang tidak di vaksin atau diberikan vaksin palsu) dan kelompok vaksin. Kelompok placebo memiliki risiko 0,74% terinfeksi, sementara kelompok vaksin berisiko terinfeksi di angka 0,7%. 



Vaksin selain berfungsi mencegah infeksi, juga berfungsi untuk mencegah penyebaran lebih luas. Namun, hal ini akan berkurang efektivitasnya jika vaksinasi dilakukan hanya pada segelintir orang.


Oleh karena itu, vaksinasi secara menyeluruh menjadi penting, agar kerja vaksin dapat maksimal dan menciptakan “kekebalan kelompok” terhadap suatu penyakit. Namun publik diminta untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, karena hingga kini belum ada vaksin yang 100% mampu mencegah penyakit atau virus.



Tag :

vaksinefikasiefikasi dan efektivitasefektivitas vaksinvaksin sinovacsinovacvaksinasimenilai efikasi vaksinvaksin pfizerperbedaan efikasi dan efektivitas

Artikel Terkait :

  • Ketua MPR Bambang Soesatyo, Mengusulkan Wartawan Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

  • Situasi Sumedang Pasca Tanah Longsor, 38 Orang Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Hilang

  • Polisi Tegaskan Raffi Ahmad Tak Terbukti Langgar Pasal 93 tentang Kekarantinaan Kesehatan

  • Daftar 16 Golongan Masyarakat yang Tak Dapat Vaksin Covid-19


  • Share to: