Sudah Tahu? Ini 5 Jenis Lantai yang Cocok Digunakan di Rumah

Sudah Tahu? Ini 5 Jenis Lantai yang Cocok Digunakan di Rumah

Ekel Suranta Sembiring
2020-12-14 21:03:46
Sudah Tahu? Ini 5 Jenis Lantai yang Cocok Digunakan di Rumah
Lantai Kayu (foto: sindonews)

Lantai adalah permukaan bawah dari sebuah ruangan atau kendaraan. Lantai dapat terbuat dari batu, kayu, bambu, metal, keramik, marmer, batu granit, dan bahan lainnya. Tingkat bangunan sering kali disebut lantai, meskipun arti sebenarnya adalah tingkat.

Fungsi lantai secara umum adalah menunjang aktivitas dalam ruang dan membentuk karakter ruang. Ketika orang berjalan di atas lantai, maka karakter yang muncul adalah tahan lama, tidak licin dan berwarna netral (tidak dominan).

Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis lantai dengan beragam karakteristiknya yang sering digunakan pada rumah.

Baca Juga: Deretan Film Horor Terbaik 2020, Horor Banget!

1. Lantai Kayu


Lantai Kayu (foto: sindonews)

Yang paling umum adalah lantai parket (parquette), yang berasal dari kata parquetry. Material kayu memiliki kesan hangat dan alami. Selain berasal dari kayu solid, bahan parket saat ini juga berasal dari bahan non kayu seperti bambu. Jenis lainnya yaitu laminate yang merupakan kayu olahan yang permukaannya adalah hasil printing.

2. Lantai Granit


Lantai Granit (foto: solopos)

Granit memiliki pori-pori yang lebih rapat, sehingga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk dimasuki air dan kotoran. Granit memiliki kesan dingin dan berkesan kokoh. Batuan granit diperoleh dari bukit atau gunung granit. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini juga telah disediakan granit buatan dengan motif yang lebih beraneka dan harga yang lebih murah.

Baca Juga: Sudah Tahu? Ini 5 Tradisi Unik Natal di Dunia, Salah Satunya Pohon Pisang Sebagai Pohon Natal

3. Lantai Marmer


Lantai Marmer (foto: pinterest.com)

Marmer banyak disukai karena lebih memiliki karakter dan berkelas mewah. Tekstur dan pola yang tidak teratur serta persediaan alam yang terbatas menjadikan material ini mahal. Material marmer memiliki kesan dingin dan kuat. Kelemahan marmer adalah memiliki pori-pori relatif besar. Marmer yang berpori-pori relatif besar membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini karena marmer mudah menyerap cairan dan layaknya karpet, meninggalkan noda jika tidak cepat dibersihkan.

4. Lantai Keramik


Lantai Keramik (foto: rumahkuunik)

Jenis lantai ini sangat lazim digunakan. Keramik punya fleksibilitas pakai tinggi dan dapat diaplikasikan pada hampir seluruh bagian rumah. Selain kuat, lantai rumah dari bahan keramik juga tidak membutuhkan pemolesan dan mudah dalam perawatannya. Kesan material keramik adalah hangat. Saat ini beragam tekstur keramik yang dijual di pasaran, yang secara visual mirip dengan jenis material lain. Misalnya: keramik bertekstur marmer, granit, kayu, batu, bata dan sebagainya.

Baca Juga: Bikin Aquarium Tambah Cantik, Ini 5 Rekomendasi Tanaman Aquascape yang Mudah Dirawat

5. Lantai Plester


Lantai Plester (foto: grid)

Jenis ini tergolong paling sederhana dan paling murah, karena diperlakukan seperti saat memplester dinding dan diaci hingga halus. Namun perbedaan dengan perlakuan pada dinding adalah dilakukan langkah penggosokan lantai hingga halus dan mengkilap. Warna yang ditimbulkan sama dengan warna semen-pasir dan cenderung lebih gelap.

Pada beberapa penerapan yang dilakukan dengan merata (covering) pada luas ruang, memiliki kelemahan ketika terjadi retak tidak dapat diganti dengan material dan harus ditambal.


Share :