Fakta-fakta trendingnya boikot JNE, netizen turut membawa nama-nama Ustadz Haikal Hassan Baras dan istilah kadrun saat meramaikan tagar tersebut.
Berikut fakta-fakta terkait trendingnya boikot JNE:
Akun JNE posting video ucapan Haikal Hassan
Hal ini berawal dari twitter @JNE_ID yang mengunggah video Haikal Hassan Baras saat mengucapkan selamat ulang tahun ke-30 kepada JNE, yang saat ini sudah dihapus. Bahkan, admin akun JNE membalas ucapan tersebut dan langsung mendapatkan respons negatif dari netizen.
Baca Juga: Pasca Trending Boikot JNE, Akun Twitter Ustaz Haikal Hassan Hilang
"Alhamdulillah di #jumatberkah hari ini JNE mendapat ucapan dari Ustadz Haikal Hasan. Terima kasih atas doa-doa penyemangatnya, Ustadz. Aamiin ya Rabbal alamin...," tulis JNE beberapa waktu lalu.
Netizen ajak berhenti pakai jasa JNE
Pesan cuitan-cuitan tersebut masih mengarah pada ujaran mengaajak berhenti menggunakan jasa layanan pengantaran barang JNE.
"Owalah... Ternyata oh ternyata jasa pengiriman JNE tuh milik KADRUN,klo gitu fix Gue boikot JNE, #BoikotJNE," tulis netizen.
"Sudah lamaaa gak pake JNE, kami fokus pake jasa di-dua ekspedisi sahaja, POS Indonesia dan J&T #BoikotJNE," tulis netizen.
"Mulai Hari ini, ganti jasa ah, masih banyak Jasa Kurir yg lain. Daripada dikasih kadrun yang merusak persatuan bangsa. #BoikotJNE #JNEKadrun," sahut netizenlainya.
Tanggapan Head of Media Relations Dept JNE
Menanggapi hebohnya tagar Boikot JNE, Head of Media Relations Dept JNE Hendrianida Primanti memberikan beberapa pernyataan.
Baca Juga: Biografi dan Profil Lengkap Haikal Hassan, Ustaz yang Viral Pasca Trending #BoikotJNE
Dia menjelaskan, JNE mempunyai nilai-nilai spiritual seperti kebiasaan memberi, menyantuni dan menyayangi kepada anak yatim, fakir miskin, tuna netra, janda tidak mampu dan kaum dhuafa lainnya.
“JNE sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik bersifat netral merangkul semua golongan dan tidak memandang latar belakang agama, suka, ras, dan pandangan politik sebagaimana JNE memfasilitasi seluruh kegiatan untuk mendukung 50 ribu karyawan di seluruh nusantara yang juga dari berbagai latar belakang, suku, ras, serta agama,” ujarnya.