Biografi dan profil lengkap Haikal Hassan, ustaz yang namanya viral pasca trending tagar #BoikotJNE. Pasalnya, hal ini merupakan buntut dari akun resmi JNE yang mengunggah video ucapan ulang tahun ke-30 kepad JNE oleh Haikal Hassan.
Nama lengkapnya Ahmad Haikal bin Hassan bin Umar bin Salim bin Ali bin Syekh Ali bin Abdullah Baras. Dirinya dikenal publik sebagai pendakwah jenaka yang syarat dengan logat betawi.
Baca Juga: Tagar #BoikotJNE Trending di Twitter, Netizen Singgung Haikal Hassan
Lahir di Jakarta, pada tanggal 21 Oktober 1968. Namun data tersebut diubah tanggal kelahirannya oleh orang tua saat ingin mendaftar sekolah. Perubahan tersebut membuat jati diri sang ustaz sulit terlacak.
Haikal kecil menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Cawang 03 pagi. Lepas dari pendidikan dasar, dirinya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 20 Jakarta dan Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Jakarta.
Sosok yang lahir di Jakarta 52 tahun silam ini, kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Budi Luhur dengan mengambil jurusan Teknik Informatika.
Sebelum memulai pendidikan jenjang S1 nya ini, Haikal pernah menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi di Jeddah, Arab Saudi. Namun, ia kembali ke Indonesia sebelum mendapatkan gelarnya tersebut.
Ia juga sempat menempuh pendidikan S2 di Perth, Australia namun ia juga tidak menamatkan pendidikan tersebut dan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung.
Haikal Hassan Baras pernah menjabat sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno.
Kini, Haikal Hasan cukup aktif mengkritik kebijakan maupun kinerja pemerintah melalui akun Twitternya.
Tidak hanya itu, ia juga aktif menjadi pembicara dan bintang tamu dalam berbagai acara politik yang membahas tentang isu-isu publik, seperti Indonesia Lawyers Club.
Profil lengkap Haikal Hassan Baras
Nama Lengkap: Haikal Hassan Baras
Tanggal lahir: 21 Oktober 1968
Tempat lahir: Jakarta
Agama: Islam
Instagram: haikalhassan_quote
Baca Juga: Adrian Zakhary dan dr. Tirta Berharap RPP Cipta Kerja Bantu UMKM Dorong Pertumbuhan Ekonomi