Jelang Pilkada 2020, Pemerintah Harap Tak Timbulkan Klaster Baru Corona

Jelang Pilkada 2020, Pemerintah Harap Tak Timbulkan Klaster Baru Corona

Ahmad
2020-12-08 16:33:37
Jelang Pilkada 2020, Pemerintah Harap Tak Timbulkan Klaster Baru Corona
Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020 tidak menimbulkan kalster baru corona.

Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020 tidak menimbulkan kalster baru corona.

Tito juga berharap Pilkada 2020 juga dapat berjalan aman baik dari potensi konflik maupun dari penularan corona.

Dia mengakui Pilkada Serentak 2020 memiliki tantangan tersendiri karena dilaksanakan di masa pandemi corona.

"Kita mengharapkan semua tahapan pilkada dapat berjalan aman dan lancar, aman dari potensi gangguan konvensional, baik kekerasan, konflik dan gangguan-gangguan lain dan juga secara spesifik di tengah pandemi ini," ujar Tito dalam rapat koordinasi jelang Pilkada Serentak, Selasa 8 Desember 2020.

"Kita menjaga agar semua tahapan pilkada, termasuk tanggal 9 Desember besok itu tidak menjadi media penularan Covid-19 karena adanya potensi interaksi dan juga potensi kerumunan," sambungnya.

Baca Juga: Bertambah 5.292, Kasus Positif Corona di RI Jadi 586.842

Seperti diketahui, Pilkada Serentak 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia meliputi, 9 Provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pemungutan suara Pilkada 2020 mulanya akan digelar pada 23 September. Namun, hari pencoblosan diundur menjadi 9 Desember 2020 akibat corona.

Adapun tahapan kampanye Pilkada 2020 berakhir pada Sabtu, 5 Desember 2020. Saat ini, tahapan kampanye memasuki masa tenang yang telah dimulai dari 6 hingga 8 Desember 2020.

Sekedar informasi, kasus positif corona di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 5.292. Dengan begitu kasus positif corona menjadi 586.842.

Data tersebut berasal dari situs resmi Kemenkes, Selasa 8 Desember 2020, tercatat juga ada tambahan pasien sembuh dari Corona sebanyak 4.295. Total pasien sembuh menjadi 483.497.

Pasien yang meninggal akibat virus Corona bertambah 133. Jumlah kumulatif pasien meninggal akibat Corona sebanyak 18.000.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan akan memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin corona jika memenuhi tiga syarat darurat.

Baca Juga: Bio Farma Ungkap Alasan RI Gunakan Vaksin Corona Sinovac

Pernyataan tersebut merupakan tindak lanjut dari kedatangan 1,2 juta dosis vaksin dari Sinovac, China yang telah datang ke Indonesia pada Minggu 6 Desember 2020.

Kemudian, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengungkap alasan pemerintah Indonesia memilih vaksin corona asal perusahaan China, Sinovac karena kecepatan dalam proses uji klinis.


Share :

HEADLINE  

Bernadya Kepergok Bareng Pria Misterius, Netizen Sorot Iqbaal

 by Frida Tiara Sukmana

April 04, 2026 11:00:00


Rachel Vennya Murka, Okin Diduga Jual Rumah Anak Tanpa Izin

 by Frida Tiara Sukmana

April 03, 2026 11:00:00


Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00