Fakta Paling Baru Meninggalnya Legenda Sepakbola Diego Maradona, Sempat Hancur Akibat Narkoba

Fakta Paling Baru Meninggalnya Legenda Sepakbola Diego Maradona, Sempat Hancur Akibat Narkoba

Ahmad
2020-11-26 08:52:13
Fakta Paling Baru Meninggalnya Legenda Sepakbola Diego Maradona, Sempat Hancur Akibat Narkoba
Meninggalnya Argentina, Diego Maradona di usia 60 tahun meninggalkan kesedihan medalam di dunia sepakbola. Sebelum meninggal, hidup Diego Maradona ternyata pernah hancur akibat narkoba.

Meninggalnya Argentina, Diego Maradona di usia 60 tahun meninggalkan kesedihan medalam di dunia sepakbola. Sebelum meninggal, hidup Diego Maradona ternyata pernah hancur akibat narkoba.

Fakta ini langsung dikatakan oleh salah satu putrinya, Giannina.

Setahun sebelum Si Tangan Tuhan ini meninggal, Giannina rupanya telah berbicara dengan prihatin dan peringatkan kesehatan ayahnya. Dibalik kariernya yang besar, termasuk kemenangan Piala Dunia 1986, seketika hancur dirusak dengan masalah kesehatan di 1997.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Legenda Sepakbola Argentina Diego Maradona

Saat itu, Maradona berjuang melawan kecanduan kokain setelah pensiun. Pada November 2019 lalu, sang putri pun bicara bahwa gaya hidup Maradona masih berdampak pada kesehatannya.

Giannina Maradona kemudian menganalogikan adiksi kokain sang ayah dengan singa yang ada di kebun binatang. Begitu ketergantungan, ayahnya sulit disembuhkan dari kokain.

"Apakah Anda ingat ada kebun binatang yang memungkinkan Anda mengambil foto dengan singa raksasa? Kamu bisa masuk ke dalam kandang dan hampir saja 'memeluknya' ... Mereka memberinya pil, jika tidak, mustahil untuk menjinakkan binatang itu," kata Giannina.

"Apa pun yang mirip dengan kenyataan adalah murni kebetulan," ujarnya.

Menit-menit sebelum ayahnya meninggal, Giannina juga mengunggah foto mural sang ayah lewat Instagram Stories.

Kronologi meninggalnya Diego Maradona

Kronologi meninggalnya bintang Napoli dan Barcelona yang meninggal akibat henti jantung di rumahnya, Rabu 25 November 2020.

Pada awal November tahun ini, Maradona sempat dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan di klinik Olivos, Ipensa Sanatorium di La Plata, Argentina, Maradona harus dioperasi pada Selasa 3 November 2020 waktu setempat, berdasarkan hasil CT scan yang menemukan adanya hematoma subdural.

Sekedar informasi, hematoma subdural adalah kumpulan darah di permukaan otak, tepatnya di antara dua lapisan pelindung otak, yakni dura mater dan arachnoid. Penyebab gumpalan darah biasanya muncul akibat benturan atau pukulan keras di kepala.

Baca Juga: Biografi dan Profil Lengkap Diego Armando Maradona, Tangan Tuhan Legenda Sepakbola Argentina

Operasi tersebut sejatinya berjalan lancar. Dia lantas mendapatkan izin untuk pulang ke rumah pada pertengahan November. Sejak saat itu tak ada lagi kabar terkait kondisi kesehatan Maradona hingga akhirnya berita duka yang muncul.

Kepergian Maradona menjadi pukulan untuk negara Argentina. Maradona sempat berhasil mengantarkan Albiceleste meraih trofi Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Diego Maradona, pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional. Presiden Argentina Alberto Fernandez bahkan langsung mengunggah foto bersama Maradona.

Klub Liga Italia, Napoli, juga terpukul dengan kepergian Maradona. Partenopei berhasil dibawa Maradona berkibar di Eropa setelah dua kali merajai Liga Italia dan sekali juara Piala UEFA.


Share :