Presiden Jokowi telah meresmikan jalan tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowidi, Provinsi Sulawesi Utara, secara virtual, pemerintah dan badan usaha jalan tol juga sepakat membebaskan biaya tarif jalan tol Manado-Bitung selama dua minggu.
Disisi lain menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga mengatakan bahwa masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan jalan tol tersebut secara cuma-cuma sebagai sarana untuk sosialisasi. Namun masyarakat diminta tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan berkendara.
Baca Juga: Ucapan Bijak untuk Mengenang Pahlawan yang Gugur dalam G30S/PKI
"Karena biasanya setelah jalan tol diresmikan ada euforia. Ini yang bahaya. Sosialisasi dua minggu ini sekaligus untuk menyiapkan perilaku berkendara masyarakat,” ujar Basuki.
Disisi lain Direktur Utama PT Jasamarga Manado-Bitung (JMB) George I.M.P Manurung juga menambahkan bahwa Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Danowudu akan dioperasikan secara bertahap.
Masyarakat dapat menggunakan jalan tol ini pada Rabu, 30 September 2020 pukul 09.00 WITA mulai dari Manado hingga Kauditan sepanjang 20,50 Km.
"Hal ini karena saat ini kami dalam tahap penyempurnaan fisik konstruksi terutama di akses Danowudu untuk keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Namun, kami targetkan pada Sabtu, 3 September pukul 09.00 WITA, sekitar 6 Km lanjutan dari Kauditan hingga Danowudu akan dapat digunakan oleh masyarakat, sehingga Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Manado-Danowudu beroperasi secara penuh,” jelas George.
Baca Juga: Hindari PSBB Warga DKI Jakarta Ramai-ramai Pergi ke Luar Kota
Secara keseluruhan, konstruksi ruas tol Danowudu-Bitung sepanjang 12,65 kilometer ditargetkan selesai pada April 2021. Hingga saat ini, progres konstruksi pembangunan telah mencapai 77,61 persen dan pembebasan lahan mencapai 99,23 persen.
Jalan tol Manado-Bitung yang dibangun sejak 2017 membutuhkan investasi sebesar Rp 4,95 triliun dengan masa konsesi 40 tahun. Keberadaan jalan tol ini digadang-gadang mampu memangkas waktu tempuh signifikan rute Manado-Bitung dari 1,5-2 jam menjadi 30-45 menit.