Ini Nama Elite PDIP yang Ingatkan Gatot Nurmantyo Terkait Film G30S/PKI

Ini Nama Elite PDIP yang Ingatkan Gatot Nurmantyo Terkait Film G30S/PKI

Ahmad
2020-09-23 15:40:05
Ini Nama Elite PDIP yang Ingatkan Gatot Nurmantyo Terkait Film G30S/PKI
Foto: Instagram/nurmantyo_gatot

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkap nama elite PDIP yang mengingatkannya untuk tidak menganjurkan untuk menonton film G30S/PKI yang berujung pada pemecatan dirinya dari Panglima TNI tahun 2017 lalu.

Gatot menyebut ada seorang politikus PDIP yang disebutnya sahabat yang mengingatkannya agar tidak melanjutkan anjuran menonton film G30SPKI. Kalimat yang bernada ancaman pemecatan dari Panglima TNI disampaikan Gatot dengan jelas, namun tanpa menyebutkan siapa tokoh di balik suara itu.

"Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, 'Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti'," kata Gatot Nurmantyo deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) melalui Youtube, Rabu 23 September 2020.

Baca Juga: Jenderal Gatot Endus PKI Gaya Baru Sejak 2008

Tentu saja, sebagai Panglima TNI, dia tidak mengindahkan peringatan tersebut dan tetap melanjutkan perintah untuk menganjurkan nonton film terlarang itu.

Di saat-saat akhir sebelum penggantian Panglima TNI tahun 2017, arahan Gatot soal nobar film G30S/PKI itu menjadi kontroversi. Kala itu sejumlah anggota Komisi I DPR merespons isu itu, salah satunya anggota Komisi I DPR dari PDIP Effendi Simbolon.

Selain Effendi Simbolon ada seorang anggota Komisi I DPR dari PDIP yakni Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin yang juga mengkritik kebijakan Gatot Nurmantyo. Namun kritik Mayjend (Purn) TNI TB Hasanuddin tersebut bukan terkait film G30S/PKI, namun soal kebijakan Gatot Nurmantyo merotasi sejumlah perwira TNI jelang pergantian Panglima TNI.

Setelah tiga tahun berlalu, politus PDIP tersebut menepis pernyataan Gatot itu. Effendi mengatakan pergantian pucuk pimpinan TNI merupakan hal yang wajar. Apalagi, saat itu, Gatot memasuki masa purnabakti.

Lebih lanjut, Effendi menilai, perintah menonton film G30S/PKI memang tak seharusnya dilakukan. Sebab, kata dia, tidak ada kewajiban bagi TNI, Polri maupun aparatur sipil negara (ASN) untuk menonton film tersebut.

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo mengklaim telah mengendus aroma kebangkitan gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) gaya baru di Indonesia sejak 2008.

Baca Juga: Fakta-fakta Hot Dinar Candy di Podcast Deddy Corbuzier

“saya mengamati tentang kemungkinan-kemungkinan bangkitnya gerakan Partai Komunis Indonesia gaya baru diawali sejak 2008,” kata mantan Panglima TNI itu.

“Setelah saya mendapat informasi-informasi sehingga saya memaksakan membungkus semua gerakan ini. Semua pasti ingat dengan proxy war karena belum saatnya saya membuka gerakan mereka,” sambungnya.

Gatot menyebut, berdasarkan pengamatannya, indikasi dari kebangkitan PKI telah dirasakan sejak kebijakan meniadakan sejarah tentang G30S PKI di seluruh sekolah.

Bahkan, katanya pada tahun 2017 terbukti sebanyak 90 persen lebih generasi muda tidak percaya PKI pernah ada di Indonesia.

Kemudian, para penghapal al-Quran dituding sebar radikalisme.





Sumber: Youtube, Hops, Viva


Share :