Fakta-fakta Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Pelaku Berani Sentuh Bagian Sensitif

Fakta-fakta Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Pelaku Berani Sentuh Bagian Sensitif

Ahmad Diponegoro
2020-09-21 15:24:12
Fakta-fakta Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Pelaku Berani Sentuh Bagian Sensitif
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Sebuah akun Twitter, listongs, pada Minggu 13 September 2020 mengaku sebagai korban pelecehan seksual oknum dokter. Dalam threadnya, dia menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya saat tes rapid di Bandara Soekarno Hatta. pelaku bahkan sempat menyentuh bagian sensitifnya.

Tidak hanya pelecehan seksual saja, pelaku yang merupakan oknum dokter juga memeras korban. Kejadian tersebut terjadi di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.  

Diusut lebih lanjut, pemilik akun Twitter, listongs tersebut merupakan seorang wanita yang berinisial LHI.

LHI sendiri berencana melakukan rapid test di Bandara meskipun sehari sebelumnya telah melakukan tes yang sama.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Pemotor Pindah Jalur dan Tabrak Angkot di Fly Over Kiaracondong

"Pada hari Minggu, 13 September 2020, aku mau pergi ke Nias Sumut dari Jakarta. Karena belum sempat melakukan rapid test di hari sebelumnya, jadi aku berencana untuk melakukan rapid test di bandara," tulis akun @listongs seperti dilihat correcto, Senin 21 September 2020.

LHI tiba di terminal 3 pada pukul 4 pagi untuk melakukan rapid test. Kemudian, dia sebelumnya meyakini bahwa hasil test non reaktif. Namun, hasil rapid test yang baru saja dilaksanakan dinyatakan reaktif.

Menghadapi kenyataan tersebut, LHI berniat membatalkan penerbangan ke Nias, Sumatera Utara. 

Beberapa saat kemudian, oknum dokter yang memeriksanya menawarkan perubahan data.

Oknum dokter tersebut mengikutinya hingga departure gate dan meminta bayaran. LHI pun mengaku memberikan transfer kepada oknum dokter tersebut sebesar Rp 1,4 Juta. 

"Si dokter jawab 'mba mampunya berapa? misal saya sebut nominalnya takut ga cocok' hhh si anjing. yaudalah aku asal jawab aja "sejuta?" eh si dokter miskin ini jawab "tambahin dikit lagi lah mba" si tai yaudah karna aku males ribet orangnya, aku tambahin jadi 1,4jt," tuturnya.

Dilansir dari akun Instagram, lambe_turah, selain memeras LHI, pelaku tersebut juga melakukan pelecahan seksual dengan mencim dan meraba payudaranya.

"Abis itu, si dokter ndeketin aku, buka masker aku, nyoba untuk cium mulut aku. di situ aku bener2 shock, ga bisa ngapa2in, cuma bisa diem, mau ngelawan aja gabisa saking hancurnya diri aku di dalam," ujarnya 

Kejadian tersebut ternyata juga menyita perhatian, Relawan Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Dokter Tirta Mandira Hudi mengecam tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang diketahui berinisial EFY yang diduga memeras dan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita berinisial LHI saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta.

Bahkan, dokter dengan penampilan nyentrik itu melakukan penelusuran dan hasilnya, EFY tidak tercatat namanya di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Tirta mengatakan bahwa EFY bukan dokter alias masih berstatus mahasiswa di Fakultas Kedokteran suatu universitas swasta.

Kembali lagi ke LHI, perempuan korban pelecehan seksual dan pemerasan saat rapid test di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Baca Juga: Demi Password HP, Pelaku Mutilasi Djumadil Rela Tidur Bareng Jenazah Rinaldi

Setelah tiba di Nias, LHI melaporkan kejadian yang dia alami ke polisi setempat.

Namun, polisi setempat menyarankan untuk melapor ke polisi di mana kejadian perkara berlangsung.

"Saya juga sudah telepon ke teman saya yang polisi," ujar dia.

Kemudian, korban korban rapid test ulang di Nias, ternyata hasilnya non-reaktif.







Sumber: Tribunnews, Detik, Instagram


Share :