Ada Tambahan 2.743, Kasus Positif Corona jadi 174.796 Positif, 125.959 Lainya Sembuh

Ada Tambahan 2.743, Kasus Positif Corona jadi 174.796 Positif, 125.959 Lainya Sembuh

Ahmad
2020-08-31 16:09:23
Ada Tambahan 2.743, Kasus Positif Corona jadi 174.796 Positif, 125.959 Lainya Sembuh
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Kasus positif corona di Indonesia masih terus meningkat. Pada Senin 31 Agustus 2020, ada penambahan kasus baru sebanyak 2.743. Dengan begitu, total kasus positif corona di Indonesia mencapai 174.796.  

Dikutip dari situs resmi kemenkes.go.id, pasien meninggal dunia karena corona bertambah sebanyak 74 orang. Dengan jumlah ini, maka total pasien meninggal adalah 7.417  dari yang sebelumnya 7.343 jiwa.

Satgas COVID-19 juga mengumumkan adanya penambahan jumlah pasien corona yang sembuh. Per hari ini, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 1.774 orang. Sehingga, jumlah total pasien corona yang sembuh mencapai 125.959, dibandingkan jumlah sebelumnya yaitu 124.185.  

Sebelumnya, Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) membeberkan varian mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang dinamakan D614G telah ditemukan di beberapa kota di Indonesia, mulai dari Surabaya hingga Jakarta.

Baca Juga: LIPI: di Surabaya dan Jakarta Corona 10 Kali Lebih Menular, Ini Penyebabnya

Lebih lanjut, Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto mengatakan D614G ditemukan setelah mengurutkan sekuens genom utuh atau Whole Genome Sequencing (WGS) virus SARS-CoV-2 dari Indonesia.

"Mutasi tersebut terdeteksi berdasarkan hasil WGS yang sudah di-submit ke GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data)," ujar Wien dilansir dari CNN, Senin 31 Agustus 2020.

Data yang terdapat pada GISAID, Wien mengatakan sudah ada minimal 8 hasil WGS yang menunjukkan mutasi D614G di Indonesia. Wien merinci, dua mutasi D614G ditemukan di Surabaya sejak akhir Maret atau awal April 2020.

Kemudian, dua mutasi D614G di D.I. Yogyakarta, dua di Bandung, dan dua dari LIPI berdasarkan sampel dari Tangerang dan Jakarta.

Dia menyebut deteksi mutasi tersebut dapat pula dilakukan targeted sequencing atau RT-PCR yang dapat mendeteksi keberadaan mutasi tersebut. Namun, dia berkata primer dan probe harus didisain untuk tujuan tersebut. 

Baca Juga: 100 Dokter Meninggal Akibat Corona, IDI Berduka hingga Netizen Meradang

Sekedar informasi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) baru saja mengumumkan sebnyak 100 orang dokter meninggal dunia selama pandemi Covid-19. Para dokter tersebut meninggal karena terinfeksi virus corona.

Hal ini disampaikan lewat akun resmi IDI @PBIDI. Berdasarkan laporan IDI, seluruh dokter tersebut telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. 

"Sejawat dokter yang gugur dalam penanganan Covid-19 sudah mencapai 100. Demikian juga petugas kesehatan lain yang gugur juga bertambah," tulis IDI.


Sumber: CNN, Detik, Kompas


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00