Fakta-fakta Fetish Kaos Kaki di Bantul

Fakta-fakta Fetish Kaos Kaki di Bantul

Yuli Nopiyanti
2020-08-31 11:07:08
Fakta-fakta Fetish Kaos Kaki di Bantul
Fetish Kaki Berkaos Kaki (Foto:Dok.Twitter/@deaels)

Kasus pelecehan seksual fetish kaos kaki beredar di Twitter sejak 30 Agustus 2020. Kasus ini tersebar dari sebuah Isi thread yang memuat percakapan antara korban dan pelaku fetish kaos kaki. 

Pelaku melakukan aksinya kepada korban di tahun 2018, sejak bulan Juli hingga bulan Agustus.

Bahkan dalam thread tersebut juga terlihat pelaku yang terus memaksa korban untuk mengirimkan foto kaki korban dengan menggunakan kaos kaki.

Baca Juga: Viral, Fetish Kaos Kaki di Bantul Bikin Heboh Warganet

Berikut Fakta-fakta Fetish Kaos Kaki di Bantul yang viral:

Dalam Thread Tersebut Korban Dihubungi pada Tahun 2018

Pelaku meminta korban untuk mengirimkan foto kaki yang memakai kaus kaki pada tahun 2018 bulan Juli hingga bulan Agustus.

“Iya mbak, tapi udah lama tahun 2018 dia maksa aku buat foto pake kaos kaki. Selama 2019, nggak ada chat minta pap kaos kaki," ujar pemilik akun @deaels, saat dihubungi, Minggu 30 Agustus 2020.

Pelaku Fetish Berasal dari Bantul

Dalam thread korban @daels juga mengkonfirmasi bahwa pelaku berasal dari Bantul, bahkan korbanya sendiri juga berasal dari kabupaten yang sama yakni.

Pelaku juga merupakan teman SMP-SMA korban. Sudah banyak juga yang mengetahui tentang perbuatan pelaku.

“Iya Bantul mbak, udah banyak banget yang tau," kata @deaels. 

Pelaku Sudah Sejak Lama Melakukan Aksinya 

Korban diketahui tidak hanya @deaels saja. Salah satu teman korban sudah di teror mengenai foto kaki dengan kaos kaki sejak tahun 2015.  

“Temenku dari tahun 2015 ternyata dimintai kaya gitu," ujarnya 

Korban Fetish Kaoskaki Seluruhnya Perempuan

pelaku hanya menargetkan perempuan sebagai korbannya.

“Dulu pernah aku kirimin foto kaki pacarku dan dia tahu kalau itu foto kaki cowok. Dia nggak mau,” katanya.

Pengakuan Korban Atas Thread yang Dibuat

Korban @deaels juga mengaku bahwa dirinya tidak trauma, bahkan dirinya juga tidak mau mengirimkan foto kakinya dengan kaos kaki.

Hanya saja, korban fetish kaos kaki ini merasa terganggu dengan teror yang terus disampaikan oleh pelaku yang membawa-bawa ibunya.

Baca Juga: Pelaku Fetish di Bantul Bikin Hoax Ilmu Hitam Demi Dapatkan Kaos Kaki

“Nah karena dia chat adekku dan bawa ibuku, saya nggak terima disitu,” kata @deaels.

Secara pribadi, korban tidak akan melaporkan pelaku ke pihak berwajib. Dirinya hanya ingin pelaku mendapatkan sanksi sosial atas perbuatannya. 

Bahkan nomor korban saat ini juga sudah di blokir oleh pelaku. Tidak diketahui apa penyebab diblokirnya nomor korban



Sumber:Twitter @deaels,kumparan


Share :