Mayoritas Elite Percaya Jokowi Mampu Tangani Covid-19, 4,3 Persen Percaya Pada Kinerja Terawan

Mayoritas Elite Percaya Jokowi Mampu Tangani Covid-19, 4,3 Persen Percaya Pada Kinerja Terawan

Ahmad Diponegoro
2020-08-20 19:15:00
Mayoritas Elite Percaya Jokowi Mampu Tangani Covid-19, 4,3 Persen Percaya Pada Kinerja Terawan
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Instagram/jokowi

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia baru saja merilis survei pemuka opini mengenai efek kepemimpinan dan kelembagaan dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Salah satunya terkait dengan kepercayaan para pemuka opini atau elite terhadap Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam menangani pandemi Covid-19. Hasil survei menunjukkan, mayoritas elite percaya bahwa Jokowi mampu menanggulangi pandemi dengan baik.

Bahkan, kepercayaan elite ke Jokowi masih lebih tinggi dibandingkan kepercayaan terhadap Terawan.

Baca Juga: Menteri Airlangga Hartarto: 180 Juta Orang Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 di 2021

"Kepada Presiden itu beda responsnya dibanding kepada Pak Terawan," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers virtual yang digelar Kamis 20 Agustus 2020.

"Responden elite pemuka opini yang percaya terhadap Pak Menkes dalam penanganan Covid, itu relatif jauh lebih rendah dibanding yang masih percaya terhadap Presiden," tuturnya.

Hasil survei menunjukan sebanyak 14,8 persen elite sangat percaya Jokowi mampu menangani pandemi dengan baik. 

Sementara, 42,8 persen cukup percaya pada Jokowi. Kemudian, 23,4 persen elite mengaku kepercayaannya terhadap Jokowi biasa saja. Lalu, sebanyak 16,8 persen tidak percaya dan 2 persen sangat tidak percaya. Sisanya, sebanyak 0,3 persen responden tidak menjawab.

Baca Juga: Bahaya, Ini Daftar Pekerjaan yang Diperkirakan Akan Hilang Pasca Covid-19

"Public trust and confident di kalangan elite terhadap Pak Jokowi masih di atas 50 persen. Total ada kurang lebih 57 persen elite yang masih percaya pada Presiden dalam menangani Covid, ini bukan angka yang kecil" ujar Burhanuddin.

Untuk diketahui, survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia ini digelar selama awal Juli hingga awal Agustus 2020. Survei melibatkan 304 responden dari 20 kota di Tanah Air, yang seluruhnya merupakan pemuka opini atau opinion leader.

Karena tidak tersedianya data populasi pemuka opini, maka pemilihan responden tidak dilakukan secara acak.

Responden dipilih secara purposif yang umumnya dijadikan rujukan oleh media, seorang pengamat kesehatan, pengamat sosial politik, tokoh organisasi masyarakat, LSM, hingga pengusaha.

Mereka di antaranya adalah dokter spesialis paru Erlina Burhan, Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Rektor UGM Panut Mulyono, Rektor ITB Kadarsah Suryadi, Rektor UI Pandji Soerachman, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, seniman Butet Kertarejasa, dan ratusan nama-nama besar lainnya.



Sumber: Kompas, CNN


Share :