Ini Semangat Bung Karno Menyiapkan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Tetesan Air Mata Kebahagiaan

Ini Semangat Bung Karno Menyiapkan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Tetesan Air Mata Kebahagiaan

Foto
Proklamator Ir Soekarno dan Teks Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI. (Istimewa)

Pada hari ini, 17 Agustus 2020, rakyat Indonesia merayakan HUT RI ke-75 di tengah pandemi covid-19. Hal itu tidak menyurutkan semangat dan esensi kemerdekaan.

Presiden pertama Indonesia Soekarno (Bung Karno) sebagai orator ulung membacakan naskah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dengan semangat api perjuangan dan kebahagiaan.

Pada pidato sang Founding Father pada peringatan kemerdekaan tahun 1963 menyebutkan kerap meneteskan air mata ketika menulis naskah proklamasi.

“Dengan terus terang saya katakan di sini bahwa beberapa kali saya harus ganti kertas, oleh karena air mataku kadang-kadang tak dapat ditahan lagi,” kata Soekarno dalam pidatonya.

Luapan emosi haru dan cinta yang besar terhadap tanah air itu lah yang membuat dirinya meneteskan air mata kebahagiaan. Perumpamaan keadaan 'keranjingan' itu adalah perumpamaan dirinya yang bergetar saat menulis naskah proklamasi.

“Tiap kali saja mempersiapkan pidato 17 Agustus lantas menjadi seperti dalam keadaan keranjingan,” ujar Soekarno.

“Segala yang gaib dalam tubuh saya lantas meluap-luap. Seluruh alam halus di dalam tubuh saya ini lantas seperti menggetar dan berkobar dan menggempur. Dan bagiku, api lantas seperti masih kurang panas, samudera lantas seperti masih kurang dalam, bintang di langit lantas seperti masih kurang tinggi,” lanjut Bung Karno.

Rasa kekaguman yang membuat Soekarno terharu itu dibarengi dengan kebanggaan kepada bangsa majemuk yang ia pimpin.

“Saya menulis pidato ini sebagaimana biasa dengan perasaan cinta yang meluap-luap terhadap Tanah Air dan bangsa. Tetapi ini kali dengan perasaan terharu juga. Lebih daripada biasa terhadap keuletan Bangsa Indonesia dan kekaguman yang amat tinggi terhadap kemampuan Bangsa Indonesia,” ujar Soekarno saat upacara peringatan kemerdekaan 56 tahun lalu.

Baca juga: Ini Makna Kemerdekaan Bagi Rakyat Indonesia

Baca juga: Tak Mudah Berlatih di Masa Pandemi, Ini Cerita Anggota Paskibraka HUT 2020

Pada pidato peringatan kemerdekaan ke-20 RI, 17 Agustus 1964, sang Founding Father membuat pidato yang berjudul 'Berdikari'. Maksutnya, Kemerdekaan Indonesia dari segala bentuk penjajahan.

"Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat Tanah-Air kita. Mulai saat ini kita menyusun negara kita, negara merdeka, Negara Republik Indonesia, merdeka, kekal, dan abadi, Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!”


Sumber: Kompas