Fakta Terkini Penemuan Kerangka Manusia di Kebun Sawit Luwu Utara

Fakta Terkini Penemuan Kerangka Manusia di Kebun Sawit Luwu Utara

Dedi Sutiadi
2020-08-11 20:25:39
Fakta Terkini Penemuan Kerangka Manusia di Kebun Sawit Luwu Utara
Ilustrasi kerangka manusia (Foto: Shutterstock).

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul mengemukakan fakta terbaru dalam penyelidikan kerangka manusia yang ditemukan di kebun kelapa sawit Desa Radda, Baebunta, Luwu Utara , Sulawesi Selatan, pada Minggu, 9 Agustus 2020. Dalam hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Hikmah Masamba, kerangka tersebut dikabarkannya bernama Bahancik alias Papa Rabbil.

Syamsul menyebutkan, tidak ada hasil pemerikasaan yang menunjukan kekerasan atau penganiayaan di kerangka tersebut. 

“Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tempat Kejadian perkara (TKP) dan oleh keluarga telah menerima kematian korban,” kata Syamsul saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pada Selasa, 11 Agustus 2020.

Syamsul menceritakan dari keluarga Bahancik, jika korban tidak pulang sepekan yang lalu saat dirinya menggembala sapi di kebun.

"Korban ke kebun menggembala Sapi tiga hari setelah banjir bandang Luwu Utara tetapi tidak pulang-pulang dan pihak keluarga sempat melaporkan hal ini ke petugas di lapangan,” ucap Syamsul.

Sebelumnya, kerangka tulang belulang itu ditemukan Tim SAR gabungan, Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri di sebuah kebun sawit , Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara.

“Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita di sebuah kebun kelapa sawit dengan kondisi tinggal tulang belulang dan pakaian masih bisa dikenali,” kata Personel Basarnas Palopo Usman, pada Minggu, 9 Agustus 2020.

Baca juga: Kondisi Terkini Gedung Telkom Pekanbaru Paca Kebakaran

Baca juga: Fakta Dibalik Tewasnya Pemuda di Bandung, Ditusuk Teman Karena Gitar

Sementara, menurut Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara , Muslim Muctar mengatakan sesuai informasi dari pihak keluarga, korban meninggalkan rumah pada Jumat, 17 Agustus 2020.

“Artinya ia meninggal bukan karena banjir bandang dan beberapa hari lalu dicari oleh keluarganya namun hari ini baru ditemukan,” ucap Muslim.

“Keluarganya mengetahui jika kain sarung, parang dan senter adalah milik korban yang dipakai selama ini untuk berkebun,” lanjut Muslim.

Muslim menyebutkan, jika identitas kerangka itu tidak masuk dalam daftar pencarian yang dikeluarkan oleh Basarnas.

“Jadi jenazah ini bukan yang ada dalam daftar pencarian yang dikeluarkan oleh Basarnas karena sesuai keterangan pihak keluarganya bahwa korban meninggalkan rumah dalam keadaan sehat per tanggal 17 Juli 2020. Sementara kejadian banjir bandang itu pada Senin (13/07/2020) jadi bukan karena akibat banjir bandang,” ujar Muslim.


Sumber: iNews/Kompas


Share :