Sebuah ledakan hebat yang menyebabkan korban jiwa dan luka terjadi di Kota Beirut, Lebanon. Hasil penyelidikan sementara, menyebutkan bahwa ledakan yang menewaskan ratusan orang itu berasal dari gudang Amonium Nitrat.
Belum ada pihak yang dinyatakan bersalah dalam kejadian tersebut. Namun, ledakan itu membuat pemerintah Lebanon mengumumkan masa berkabung hingga tiga hari.
Berikut fakta yang perlu diketahui tentang Amonium Nitrat yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Bahan Pupuk
Melansir Byjus, Rabu 5 Agustus 2020, amonium nitrat adalah garam ionik yang terdiri dari kation amonium dan anion nitrat. Amonium nitrat adalah komponen kunci dari banyak pupuk karena cukup kaya akan nitrogen.
Pupuk amonium nitrat adalah aplikasi senyawa yang paling umum tetapi juga memiliki kualitas yang sangat fluktuatif, sehingga berguna dalam beberapa industri. Penggunaan amonium nitrat dapat merangsang pertumbuhan tanaman dan menyediakan sumber nitrogen siap pakai yang dapat dimanfaatkan tanaman.
Baca Juga: Kondisi Beirut Usai Ledakan, Dubes RI untuk Lebanon: Ledakan Diakibatkan 2.750 ton Amonium Nitrat
2. Peledak
Meskipun merupakan komponen dari banyak bahan peledak, amonium nitrat bukanlah bahan peledak dengan sendirinya. Senyawa itu harus dicampur dengan bahan peledak primer seperti azida untuk membentuk campuran bahan peledak.
Baca Juga: Cerita Mahasiswa Indonesia yang Hanya Berjarak 4 Kilometer dari Lokasi Ledakan Dahsyat Beirut
Amonium nitrat akan membentuk bahan peledak yang dikenal sebagai ANFO, yang merupakan salah satu bahan peledak industri paling populer ketika dicampur dengan bahan bakar minyak.
3. Berbahaya
Melansir BPOM, amonium nitrat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala batuk, sakit tenggorokan, dan napas yang pendek jika terhirup. Sedangkan kontak dengan kulit dapat menyebabkan iritasi dengan gejala kulit memerah, gatal, dan terasa perih.
Paparan yang lama dan berulang amonium nitrat dalam dosis yang kecil dapat menyebabkan lemah, depresi, sakit kepala, dan kerusakan mental. Keracunan kronik dari senyawa itu dapat menyebabkan kematian.
Sumber: CNN