Shiny Hunters kembali beraksi dan menjual data pribadi pengguna yang diretas dari perusahaan digital di Indonesia, mulai dari Tokopedia, Bhinekka, hingga terkini menjual data 800 ribu nasabah KreditPlus.
Sebelumnya Shiny Hunters menjual data 91 juta data pengguna Tokopedia dan 1,2 juta data pengguna Bhinneka. Kali ini, akun ini kembali menjual data nasabah peminjaman online KreditPlus sebanyak 819.976 akun.
Baca Juga: Cara Membuat Cloud Bread Ala Tiktok
Tak hanya perusahaan di Indonesia yang menjadi sasaran pencurian kelompok ini. Selama dua minggu pertama Mei 2020, Shiny Hunters mengklaim telah mencuri 200 juta data pengguna dari 13 perusahaan.
Pada pertengahan Mei, Shiny Hunters mengklaim telah memiliki data dari 10 situs, termasuk aplikasi kencan Zoosk, perusahaan peralatan makanan Home Chef, pasar yang berfokus pada desain Minted, koran Star Tribune Minnesota, situs kesehatan dan kebugaran Mindful, layanan percetakan foto Chatbooks, dan publikasi web Chronicle of Higher Education.
Tidak semua perusahaan telah mengakui klaim ShinyHunters, tetapi semakin banyak yang mengakui adanya pembobolan data selama dua minggu terakhir dengan konfirmasi.
Dilansir dari CNN, Selasa 6 Agustus 2020, pakar keamanan siber CISSRec Pratama Persadha menjelaskan bahwa informasi yang bocor ini adalah data sensitif yang sangat lengkap.
Sebab kelengkapan data nasabah KreditPlus atau pencurian data lainnya akan memancing kelompok kriminal untuk melakukan penipuan dan tindak kejahatan yang lainnya.
Baca Juga: Fakta-fakta FPI Diserang Geng Motor Bergolok, Teriak "Allahuakbar"
Sebenarnya data KreditPlus sudah lama dibagikan pada 16 Juli oleh Shiny Hunters di Raid Forums. Anggota di Raidforums membagikannya melalui sistem pembayaran kredit. Data-data ini dihargai sekitar Rp50 ribu.
Setelah membayarnya, pembeli akan mendapatkan sebuah link yang diarahkan untuk mengunduh file berisi ratusan ribu data pelanggan Kreditplus tersebut. File unduhan sebesar 78MB tersebut harus di ekstrak dan menghasilkan sebuah file sebesar 430MB.
Sumber: CNN