Marzuki Ali, Sebut Nadiem Makarim Tidak Profesional Kelola Kemendikbud, Khususnya Soal Pembelajaran Daring

Marzuki Ali, Sebut Nadiem Makarim Tidak Profesional Kelola Kemendikbud, Khususnya Soal Pembelajaran Daring

Dedi Sutiadi
2020-07-03 11:43:49
Marzuki Ali, Sebut Nadiem Makarim Tidak Profesional Kelola Kemendikbud, Khususnya Soal Pembelajaran Daring
Proses KBM di masa pandemi. (Foto: Istimewa)

Proses belajar atau kegiatan belajam mengajar (KBM) di tengah suasana pandemi virus corona tengah menjadi perhatian masyarakat. Tidak sedikit yang mempertanyakan keseriusan Kemendikbud dalam memperhatikan KBM di masa pandemi, salah satunya Marzuki Alie, Ketua DPR periode 2009-2014. 

Setelah diberi rapor merah oleh Azyumardi Azra, kini giliran Marzuki Alie turut memberikan komentar. Menurutnya kinerja Nadiem di suasana genting pendidikan tidak begitu tampak dan serius. Nadiem menurutnya tampak tidak profesional dalam mengelola proses pendidikan di Indonesia selama wabah virus corona. Terutama dalam menerapkan pendidikan daring. Sebab, infrastruktur internet di Tanah Air belum merata.

Baca juga: Ditengah Wabah Corona, Nadiem Berlakukan Sistem Belajar Online

“Listrik masih byarpet, sinyal internet yang masih parah, kuota internet yang mahal, ditambah kesiapan guru atau dosen adalah masalah-masalah pendidikan yang belum nampak progres di masa kepemimpinan Mas Nadiem” ujar Marzuki di sela-sela diskusi daring Indomedia Poll, Selasa 30 Juni 2020. Diskusi tersebut bertajuk: Refleksi Kebijakan Mendikbud: Mas Nadiem Bisa Apa?

Tidak hanya kebijakan proses KBM di masa pandemi, Marzuki Alie juga menilai kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarakan sejauh ini belum terlihat dampaknya, salah satunya seperti Kampus Merdeka. Dirinya justru khawatir kebijakan-kebijakan baru tersebut justru malah mempersulit peserta didik.

Baca juga: Tiga Dosa Dalam Dunia Pendidikan Menurut Nadiem Makarim

“Demikian pula Kampus Merdeka. Sejauh mana Kampus Merdeka itu? Jangan-jangan nanti justru bukan merdeka tetapi semakin terbelit dengan berbagai aturan” ungkapnya.

Pendapat senada juga dikemukakan Pengamat Pendidikan Darmaningtyas. Dia berpendapat bahwa Mendikbud Nadiem tidak mempunyai konsep. Sejak awal sosok Nadiem diragukan terutama dalam menjalankan amanah terkait pendidikan karakter. 

"Bahkan di saat pandemi ini, Kemendikbud tidak mempunyai data yang membantu seperti seberapa banyak guru honorer yang terkena dampak,” ujar Darmaningtyas.

Ketidak seriusan nadiem dalam mengelola kebijakan dalam hak pendidikan dan prosesnya di masa pandemi begitu disoroti. Azyumardi Azra bahkan memberi rapor merah atas kinerja Menteri Pendidikan dn Kebudayaan tersebut. 

“Bidang pendidikan pada masa pandemi ada ketidakseriusan dari mendikbud,” kata Azra.


Share :