Jamur Enoki adalah jamur pangan dengan tubuh buah hasil budaya berbentuk panjang-panjang berwarna putih seperti tauge. Jamur Enoki dikenal juga sebagai jamur tauge, jamur musim dingin, atau jamur jarum emas.
Umumnya, jamur enoki banyak digunakan dalam masakan Jepang hingga Korea Selatan. Sementara di China, jamur enoki kerap digunakan sebagai obat tradisional.
Namun, baru-baru ini Jamur Enoki disebut mengandung Listeria yakni penyakit yang disebabkan infeksi bakteri dan membuat makanan menjadi beracun.
Baca Juga: Kementan Musnahkan Jamur Enoki, Kenapa ya?
Wabah Listeria muncul di Amerika Serikat berkaitan dengan jamur enoki yang diproduksi Sun Hong Foods dari Korea.
Dikutip dari CNN.com, jamur enoki yang mengandung Listeria menyebabkan 4 orang meninggal dan 30 orang dirawat di rumah sakit, pada 11 Maret 2020.
Sementara, dikutip dari laman Food and Drug Administration (FDA), konsumen yang memiliki jamur enoki dengan merek Sun Hong Foods diminta untuk tidak mengonsumsinya meski jamur terlihat segar dan tidak busuk.
Di samping itu, sebenarnya jamur enoki ini rendah kalori, mengandung protein, asam lemak tak jenuh, serat, mineral, dan vitamin.
Karena itu, semua kandungan di dalamnya sangat baik untuk pertumbuhan janin dan perempuan hamil, sehingga jamur ini disebut baik untuk ibu hamil.
Tapi, jika jamur tersebut mengandung Listeria, hal ini malah bisa menjadi bumerang. Bakteri Listeria bisa berbahaya bagi orang dengan kekebalan tubuh lemah, termasuk ibu hamil, lansia, dan anak-anak.
Baca Juga: Terkait Jhon Kei, Nus Kei Sebut Lahan yang Disoal John Kei Belum Dibayar Penuh
Bagi masyarakat yang terlanjur memiliki jamur enoki dengan produk serupa, sebaiknya segera memusnahkannya, karena Listeria diketahui bisa bertahan hidup di suhu dingin dan bisa menyebar ke makanan lainnya.