Polda Metro Jaya mengatakan bahwa insiden pembacokan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan penembakan di Perumahan Green Lake City, Tangerang adalah satu rangkaian peristiwa.
Polisi mengamankan 25 orang termasuk John Kei di markasnya di Medan Satria, Bekasi.
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan bahwa timnya di bawah pimpinan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat telah melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.
Baca Juga: Jejak Hitam John Kei, Si Pembunuh Ayung yang Tersangkut Penembakan di Green Lake City
"Dan saat ini kita mempunyai tim khusus ini satgas antibegal dan preman, jadi tim khusus ini gabungan dari (Polres) Tangerang Kota kemudian dengan anggota dari Direktorat Reserse Kriminal Umum langsung di bawah direktur (Kombes Tubagus Ade) kemudian mendiskusikan dan juga segera melakukan penyelidikan, dari hasil penyelidikan yang diduga pelaku yang melakukan penganiayaan, pembunuhan, perusakan dan Undang-Undang Darurat yaitu UU Nomor 12 Tahun 1951," jelas Irjen Nana dalam Jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 22 Juni 2020.
Pembacokan di pertigaan ABC Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat yang terjadi pada Minggu 21 Juni 2020 sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat itu, korban ER dan AR berboncengan motor, tiba-tiba diadang oleh para pelaku yang rurun dari mobil.
"Diduga dilakukan oleh kelompok John Kei berjumlah 5-7 orang terhadap kelompok Nus Kei yang terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia yaitu atas nama ER, yang bersangkutan meninggal karena luka bacok di beberapa tempat," jelas Irjen Nana.
Selain itu, korba berinisial AR juga mengalami luka bacok. "Satu orang lagi putus jari tangannya, 4 jari tangan putus karena bacokan atas nama AR," katanya.
Tidak lama berselang setelah kejadian pembacokan di Duri Kosambi, kelompok John Kei menyerang ke rumah Nus Kei di Perumahan Green Lake City, pada pukul 12.25 WIB. Kapolda menyebutkan ada sekitar 15 orang yang menggunakan 4 mobil yang menyerang rumah Nus Kei.
Karena Nus Kei tidak ada di rumah, para pelaku kemudian melakukan perusakan. Mereka merusak ruang tamu, kamar hingga mobil. Para pelaku juga merusak mobil milik tetangga Nus Kei.
"15 Orang tersebut juga merusak 2 unit kendaraan roda empat milik saudara Nus Kei dan 1 unit kendaraan roda empat milik tetangga daripada Nus Kei," katanya.
"Kelompok ini kemudian keluar dari rumah tersebut dan akan kembali, tetapi di situlah mereka secara brutal mereka melakukan perusakan secara brutal terhadap gerbang perumahan dan membuat tembakan sebanyak 7 kali," tutunya.
Kejadian ini menimbulkan dua orang korban luka. Seorang tukang ojek disebutkan tertembak atas inisden ini.
"Menyebabkan 1 orang sekuriti tertabrak yaitu atas nama Adi Nugroho dan 1 orang pengemudi ojek online ini tertembak di bagian jempol kaki kanan dan saat ini keduanya dirawat di Rumah Sakit Medika Karang Tengah," tutur Nana.
Kurang dari 24 jam pascakejadian itu, tim gabungan dipimpin oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Wakil Direktur Krimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Handik Zusen, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry R Siagian dan Kasat Reskrim Tangerang Kota menangkap 25 orang, termasuk John Kei di Medan Satria, Kota Bekasi pada Minggu 21 Juni 2020.
Baca Juga: John Kei Baru Saja Bebas Bersyarat dalam Kasus Pembunuhan, Kini Ditangkap Lagi
Dari markas John Kei ini, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam. Saat ini John Kei dan kawan-kawan masih diperiksa di Polda Metro Jaya.
Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah senjata tajam. Polisi masih memeriksa barang bukti tersebut.