Kalender Suku Maya telah menjadi landasan pembuatan hoax mengenai kiamat. Kalender ini merupakan kearifan Suku Maya yang merupakan pribumi Amerika Tengah.
Setelah ramalan kiamat tidak terbukti kebenarannya pada 21 Desember 2012, kini muncul lagi kabar bohong yang mengatakan kiamat akan terjadi 12 Juni 2020.
Cuitan viral dari akun bernama Paolo Tagaloguin mengatakan, tafsiran atas kalender Maya yang menyatakan kiamat terjadi pada 21 Desember 2012 adalah salah, tafsiran yang benar adalah kiamat akan terjadi pada 21 Juni alias hari Minggu 21 Juni 2020.
Baca Juga: Kiamat Hari Ini, Menurut Kalender Suku Maya, MUI Ingatkan Agar Jangan Terpengaruh
Dilansir dari berbagai sumber, Ada empat kalender Suku Maya yang umum diketahui:
1. Kalender Haab yang mempunyai 365 hari, terdiri dari 18 bulan berisi 20 hari (Uinal) ditambah 1 bulan berisi 5 hari (Wayeb). Kalender ini digunakan oleh petani.
2. Kalender Tzolk'in yang mempunyai 260 hari, isinya adalah 20 nama hari dengan 13 nomor. Ini merupakan kalender sakral, berdasarkan sembilan siklus bulan, periode kehamilan manusia, serta pergerakan matahari, dan siklus pertumbuhan tanaman jagung.
3. Putaran Kalender (Round Calender) yang merupakan gabungan Kalender Haab dan Kalender Tzolk'in, mempunyai 52 tahun dalam satu siklus kalender.
4. Kalender Hitung Panjang (Long Count Calendar)
Kalender Hitung Panjang digunakan Suku Maya untuk menandai peristiwa mistis dan bersejarah secara kronologis, bersamaan dengan penggunaan kalender Tzolk'in, Haab, dan Putaran Kalender.
Kalender Hitung Panjang menghitung 5 siklus waktu, sangat mirip dengan sistem kalender Gregorian yang punya hari, bulan, tanggal, abad, dan milenium. Sistem warisan Maya Kuno juga demikian adanya. Kalender Hitung Panjang sudah ada sejak Abad 1 Sebelum Masehi (SM).
Dalam Kalender Hitung Panjang, berikut kosakatanya:
- k'in: hari
- uinal/winal: bulan
- tun: tahun
1 Bulan (uinal/winal) ada 20 hari (k'in), 1 tahun (tun) ada 18 uinal. Total ada 360 hari dalam 1 tahun.
Bila Kalender Gregorian dimulai dari kelahiran Kristus, kalender Hitung Panjang Maya ditandai dengan tanggal mitologis 13 baktun, 0 katun, 0 tun, 0 uinal, dan 0 k'in 4 Ajaw 8 Kumk'u. Itu sama dengan 11 Agustus 3114 SM dalam kalender Gregorian.
Sejak saat itu, dimulailah era ke-4 dalam kalender Hitung Panjang. Dalam mitologi Maya, kita hidup dalam penciptaan ke-4 dalam jagat raya sampai saat tertentu, yakni sampai 21 Desember 2012 dalam kalender Gregorian.
Baktun adalah siklus terbesar dalam Kalender Hitung Panjang Maya. 1 Baktun ada 144.000 hari. Sebuah era dengan satu siklus penuh terdiri dari 13 baktun atau setara dengan 1.872.000 hari, atau 5.125 tahun.
Baca Juga: Teleskop Hubble Rekam Nebula Cantik Berbentuk Kupu-kupu
Dalam Kalender Hitung Panjang Maya, era ke-4 berakhir pada 21 Desember 2012. Sejak 21 Desember 2012, kalender Hitung Panjang Maya sudah memasuki periode baru, maka saat itu kalendernya adalah 13 baktun, 0 katun, 0 tun, 0 uinal, 0 k'in (13.0.0.0.0).
Inilah yang kemudian disalahartikan. Ramalan menafsirkan berakhirnya era ke-4 sebagai kiamat. Padahal, ini hanya ganti siklus kalender saja. Sekarang, 21 Juni 2020 sama dengan 13 baktun, 0 katun, 7 tun, 10 uinal, 19 k'in (13.0.8.10.19).