Fajrin Rasyid resmi menggantikan Faizal Rochman Djoemadi sebagai Direktur Digital PT Telekomunikasi Indonesia (Persero). Ia diangkat oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.
"Sekarang saatnya saya membantu Indonesia lebih maju lagi, dengan fokus untuk mengembangkan telekomunikasi Indonesia, bersama Telkom, Tbk. Saya berharap, pengalaman saya membesarkan bisnis startup hingga menjadi besar seperti sekarang, dapat membawa kontribusi untuk mengembangkan Telkom" kata Fajrin dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2020.
Ternyata, dibalik kesuksesan yang Fajrin capai saat ini tidak terlepas dari pengalaman fase sulit yang pernah dialaminya. Fajrin Rasyid pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Baca juga: Legenda Batu Merdahup dari Dairi, Bikin Menangis, Ibu Hilang Sisakan Helaian Rambut
Untuk menambah uang biaya hidup saat kuliah, ia pernah menjadi tukang mi ayam di depan asrama tempat ia tinggal.
"Saya dengan Zaky dulu pernah jualan mi ayam di depan asrama kampus kami, tapi jarang peminat, jadinya kami tutup" kata Fajrin.
Pada 2010, ia pun kemudian berhasil menyelesaikan pendidikannya di ITB dengan predikat Summa Cumlaude (IPK 4,0). Dengan pemahamannya seputar manajemen bisnis, ia juga bekerja paruh waktu dengan membantu Ahmad Zaky yang merupakan founder dari bukalapak.com untuk mengurus keuangan Bukalapak.com setelah berdiri.
Baca juga: Netizen Syok, Shandy Aulia Keluarkan Uang Belasan Juta, Demi Gantungan Kunci Ini
Setelah itu, pada 2011, Fajrin memutuskan untuk keluar dari BCG dan menjadi bagian dari Bukalapak. Sebelum pada akhirnya menjabat sebagai Presiden Bukalapak pada 25 Juni 2018, Fajrin telah menjadi Chief Financial Officer selama tujuh tahun.
Saat diangkat menjadi Presiden Bukalapak, Fajrin juga diketahui sebagai salah satu kandidat Ketua Umum IDEA (Indonesia E-Commerce Association). Ketika itu, ia mengusung misi untuk menjadikan e-commerce sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi di Indonesia jika terpilih sebagai Ketua Umum IDEA.