Ju Panggola. Ia adalah seorang Ulama, Pejuang dan Waliyullah yang masyhur di abad ke 16. Pendek kata Ju Panggola adalah tokoh kharismatik yang makamnya dikeramatkan, dan sampai sekarang selalu diziarahi banyak orang.
Sebagai penghormatan, makam Ju Panggola dibangun di balik mihrab Masjid Quba – sebuah masjid mungil, di puncak sebuah bukit dengan panorama yang indah di sekitarnya. Meski begitu, masyarakat Gorontalo, sosok Ju Panggola masih penuh misteri. Meskipun sebagian warga mempercayainya sebagai Syeikh Ali Bin Abubakar Al Hasani.
Namun demikian, masjid dan makamnya yang menyatu dalam satu bangunan di atas bukit kapur ini tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Setiap saat ada yang datang berdoa di masjid ini.
Ju Panggola adalah salah satu penjaga Negeri Gorontalo, bahkan seorang yang menyuka kebatinan mengatakan bahwa setiap hari Jumat, Ju Panggola akan memimpin shalat Jumat bersama tokoh-tokoh wali asal Gorontalo lainnya, seperti aulia Ta Ilayabe, Hubulo, Pelehu, dan Tanaiyo.
Baca Juga : Kisah Misteri Ikan Nike, dari Gumpalan Darah Jadi Ulat yang Pernah Gemparkan Gorontalo
Makamnya di dalam Masjid Quba di atas bukit kapur yang menghadap Danau Limboto. Konon, para aulia ini kadang-kadang melesat menuju Mekah Arab Saudi untuk shalat jamaah di sana.
Kepercayaan masyarakat Gorontalo tentang tokoh Ju Panggola ini. Bahkan Tak kurang, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dr) mantan Presiden pun pernah menziarahi makam ini. Demikian tenar wali asal Gorontalo ini.
Ju Panggola sendiri bukan nama, namun julukan atau gelar yang berarti yang dituakan, ada yang menyatakan beliau adalah Raja Ilato yang membangun Benteng Otanaha. Namun ada juga pendapat Raja Ilato ini sebenarnya adalah Syekh Al Alamah Quthbil Quthb atau Syekh Ali bin Abubakar Al Hasani yang hidup sekitar tahun 1500-an.
Ia merupakan seorang wali yang menyebarkan agama Islam di Gorontalo. Pendapat ini bersumber dari catatan klasik Maktab Daimi sebagai lembaga pencatatan nasab dan statistik Alawiyyin.
Baca Juga : Bikin Merinding! Kisah Seram Hantu Cantik yang Gemar Menggoda Pria Sebagai Mangsanya di Pulau Sulawesi
Dalam catatan Maktab Daimi menyebutkan bahwa penyebaran Islam di Gorontalo banyak dilakukan oleh kaum Alawiyyin yang berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam sensus Maktab Daimi tahun 1932, tercatat lebih dari 300 Bani Ba'alawi di Gorontalo, 30 an diantaranya langsung datang ke Gorontalo dari Hadramaut. Mereka menjadikan Gorontalo sebagai tujuan dakwah Islam.
Yang jelas makam Ju Panggola adalah makam seorang ulama yang kharismatik pada masanya hingga saat ini. Para peziarah tidak hanya warga Gorontalo, banyak di antara mereka berasal dari luar daerah, bahkan mancanegara. Tujuannya untuk berdoa dan memanjatkan keinginan di makam keramat ini agar dikabulkan Allah SWT.
Daya tarik reliji yang kuat ini menjadikan makam Ju Panggola sebagai obyek wisata di Kota Gorontalo. Masjid Quba dan makam ini juga merupakan satu kawasan luas yang menjadi kawasan budaya. Di sini terdapat benteng Otanaha, Museum pendaratan Bung Karno, Situs Botuhuayo, dan gua ular.