Para mahasiswa kembali bersuara, tagar #MahasiswaTuntutMenagdanRektor trending dan bergema di jagad maya. Kali ini aspirasi yang diangkat adalah protes kejelasan mengenai UKT mahasiswa selama pandemi.
Protes dilakukan di media sosial twitter untuk menhindari demontrasi di jalan sebab wabah virus corona yang masih mengancam. Sebelumnya aksi protes di media sosial telah dilakukan para mahaiswa. Sebelumnya protes dialamatkan pada Mendikbud Nadiem Makarim beberapa hari yang lalu, sekarang Menteri Agama yang ramai diprotes mahasiswa.
Baca juga: Seekor Gajah yang Sedang Hamil, Mati Setelah Makan Nanas Isi Petasan
Para warganet yang mensuarakan aspirasi melalui tagar #MahasiswaTuntutMenagdanRektor menganggap Menteri Agama telah lalai dan tidak progresif dalam melihat sutasi. Para warganet menilai Menteri Agama tidak progesif dan mengabaikan keluhan mahasiswa mengenai UKT.
Seperti diketahui sebab wabah virus corona banyak pekerja dan pengusaha yang terdampak, dimana hal tersebut juga terjadi kepada para orangtua mahasiwa.Masyrakat yang terdampak ada yang terpkasa gulung tingkar hingga PHK besar-besaran. Melihat kondisi kekuatan ekonomi masyarakat yang tidak baik para mahasiswa menilai Menag tidak peka dan mengambil langkah untuk meringkan beban pendidikan tersbut. Mereka menilai Menag cnederung abai dan tidak bisa memberi kepastian putusan.
Baca juga: Jakarta Bersiap Hadapi New Normal, Ini Jadwal Buka Tempat Publik pada Fase Transisi Juni 2020
Seperti yang dituliskan beberapa akun Twitter berikut.
"Kepada @Kemenag_RI yang terhormat. Jadi bagaimana lanjutan mengenai kami? Kau nampak abai dan rektor pun seolah menghilang #MahasiswaTuntutMenagdanRektor," ungkap @namanya_sayang.
"Wahai para petinggi tidak adakah itikad yang kuat untuk menstabilkan pendidikan? Jangan lari dan jangan sebatas janji untuk potongan UKT. #MahasiswaTuntutMenagdanRektor," tulis @Wiwil57134527.
Ada juga yang menganggap Menteri Agama dan rektor PHP karena tak memberi sama sekali kejelasan.
"#MahasiswaTuntutMenagdanRektor Please kalo kamu punya itikad baik jangan php yaa. Aku butuh keputusanmu @Kemenag_RI @uinbandung @infoUINSGD @AmbyarBarudak @lpmsuaka," curhat @GAsyauqi.