Seekor Gajah yang Sedang Hamil, Mati Setelah Makan Nanas Isi Petasan

Seekor Gajah yang Sedang Hamil, Mati Setelah Makan Nanas Isi Petasan

Dedi Sutiadi
2020-06-06 11:26:56
Seekor Gajah yang Sedang Hamil, Mati Setelah Makan Nanas Isi Petasan
Evakuasi gajah hamil mati. (Foto: Istimewa)

Seekor gajah yang sedang hamil mati karena memakan buah nanas yang berisi petasan. Gajah tersebut mati pada Rabu, 27 Mei 2020 lalu. Gajah liar tersebut meninggalkan hutan Silent Valley di distrik Palakkad ke desa terdekat untuk mencari makanan.

Diduga nanas yang dimakan gajah hamil tersebut sengaja diisi petasan oleh penduduk setempat. Ledakan nanas berisi petasan itu terjadi di mulut gajah dan menyebabkan luka cukup parah.

Insiden itu terungkap setelah seorang petugas hutan menceritakan detail kematian sang gajah di media sosial. Menurut petugas hutan setempat, gajah tersebut diduga telah memakan nanas yang dicampur dengan kerupuk buatan. Kerupuk tersebut dapat meledak layaknya petasan, biasanya digunakan oleh penduduk setempat untuk melindungi ladang mereka dari babi hutan.

Baca juga: Salat Jumat di Masjid Cut Meutia, Jamaah Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

"Dia mempercayai semua orang. Ketika nanas yang dia makan meledak, dia pasti terkejut dan tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi anak yang akan dia lahirkan dalam 18 hingga 20 bulan," kata petugas hutan Mohan Krishnan anggota Tim Respon Cepat penyelamatan gajah.

Ia menuliskan, gajah tersebut tidak merasa menyalahkan siapapun yang ada di Desa tersebut. Dengan sikap gajah yang baik tersebut, ujarnya, sang gajah perlu diberikan penghormatan yang layak.

Baca juga: Unik! Demi Hindari Kerumunan, Pasangan Sejoli Ini Menikah Lalu Diarak Keliling Desa Gunakan Edet

"Dia tidak melukai satu orang pun, bahkan ketika dia berlari di jalan-jalan desa dengan rasa sakit. Dia tidak menghancurkan satu rumah pun. Inilah sebabnya saya berkata, dia sangat baik," tulis Mr Krishnan di akun media sosial Facebook.

"Dia perlu diberi penghormatan yang layak. Untuk itu, kami membawanya ke dalam hutan dengan truk. Dia berbaring di atas tumpukan kayu bakar, di tanah tempat ia bermain dan dibesarkan." Lanjut Krishnan.


Share :