Setiap wanita pasti ingin dirinya cantik. Tapi bagi wanita suku Mentawai, kecantikan itu juga harus siap berkorban dalam melewati rasa sakit. Salah satunya adalah proses kerik gigi tanpa alat bius yang dilakukan oleh pimpinan adat.
Menurut kepercayaan dari masyarakat adat Mentawai, jika seorang wanita memiliki gigi yang runcing akan terlihat lebih cantik. Selain itu, tradisi gigi runcing ini juga dipercaya akan bisa memberikan kedamaian jiwa pada seorang wanita. Hal inilah alasan mengapa suku Mentawai selalu menjadikan tradisi kerik gigi ini sebagai salah satu tradisi yang wajib untuk dilakukannya.
Baca juga: Pulau Pasumpahan dari Legenda Malin Kundang Menjadi Pulau Terindah
Walaupun menyakitkan, tradisi ini sangat ditunggu bagi wanita Mentawai. Dengan begitu, saat mereka sudah melakukan tradisi yang satu ini mereka pun akan lebih bahagia dan damai jiwanya untuk memulai kehidupannya sebagai seorang ibu dan menjadi seorang wanita dewasa.
Tradisi kerik gigi ini akan sangat menyakitkan sebab para ketua adat tidak melakukannya tanpa memulai tahap pembiusan. Alat yang digunakan untuk membuat gigi menjadi runcing ini terbuat dari besi atau kayu yang sudah mereka asah hingga tajam.
Baca juga: Lezatnya, Sup Brenebon, Kuliner Peninggalan Belanda di Manado
Adapun bentuk filosofinya, dengan memodifikasi gigi seperti hiu tradisi Kerik menggambarkan sebagai pengantar jiwa Gadis Mentawai menuju Kedamaian. Pesona kecantikan Gadis Mentawai muncul dari keyakinan bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan, keinginan jiwa harus sejalan dengan bentuk tubuh.