Stasiun Antariksa Internasional (ISS) terletak di orbit Bumi rendah atau Low Earth Orbit dengan ketinggian sekitar 408 hingga 410 kilometer di atas permukaan Bumi.
Dengan panjang 73 meter, lebar 109 meter, dan massa mencapai 420 kg, ISS dapat mengorbit Bumi selama 92,7 menit dengan kelajuan hingga mencapai 27600 kilometer per jam.
Sejak 14 Mei hingga 21 Mei, ISS dapat diamati dengan mudah di langit Indonesia. Bahkan hanya dengan mata telanjang, seperti dikutip dari laman lapan.go.id.
Pada Kamis 14 Mei dengan Magnitudo -3,0, ISS terbit pada pukul 18.25 WIB, arah Barat Daya dengan kulminasi pukul 18.30 WIB, arah Barat Laut, dan terbenam pukul 18.36.14 WIB, arah Utara. Durasi di atas langit selama 10 menit 47 detik.
Kemudian, pada Sabtu 16 Mei dengan Magnitudo -0,1, ISS terbit pada 18.27 WIB, arah Barat Daya; kulminasi pukul 18.31.52 WIB, arah Barat Laut; dan terbenam pukul 18.36.16 WIB, arah Utara dengan durasi di atas langit selama 9 menit 48 detik.
"Mulai 17 hingga 21 Mei, ISS dapat diamati setelah Subuh," ungkap Lapan. Berikut ini jadwalnya:
Rabu, 20 Mei 2020 – Magnitudo -2,8
Terbit: 05.19.00 WIB, arah Barat Laut
Kulminasi: 05.24.11 WIB, arah Barat Daya
Terbenam: 05.29.25 WIB, arah Tenggara
Durasi di atas langit: 10 menit 25 detik
"Untuk 21 Mei, ISS akan muncul setelah mengalami 'gerhana' atau terhalang dengan permukaan Bumi," ungkap Lapan.
Kamis, 21 Mei 2020 – Magnitudo -3,9
Akhir Gerhana: 04.36.09 WIB, arah Barat
Kulminasi: 04.36.21 WIB, arah Barat Daya
Terbenam: 04.41.48 WIB, arah Tenggara
Durasi di atas langit: 5 menit 39 detik.