Bagi kaum muslimin Lailatul Qadar adalah malam terbaik dari seribu bulan. Lailatul Qadar bagi umat muslim adalah berkah, hikmah didalamnya terdapat banyak keutamaan. Begitupun juga bagi Non-Muslim, bisa merasakan hikmahnya Lailatul Qadar.
Mengutip pendapat dari Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, menjelaskan bahwa karakteristik dari malam lailatul qadar adalah kedamaian. Ini sebagaimana disebutkan dalam surat al-Qadar ayat 5, “Salamun hiya hatta mathla’il fajr”.
Kata “salamun” di sini bisa diartikan kedamaian. Maksudnya, orang yang diberi kesempatan bertemu lailatul qadar akan diberi kenikmatan berupa kedamaian hidup, sehingga kalau orang hidupnya tenang dan damai, tentu dia akan memberi dampak positif terhadap masyrakat sekitarnya, baik muslim ataupun non-muslim.
Mereka akan menjaga hubungan baik dengan lingkungannya, tidak melakukan perbuatan yang tidak disenangi, dan memperlakukan orang lain dengan cara yang sopan dan beradab. Karenanya, non-muslim dalam hal ini secara tidak langsung juga mendapatkan manfaat dari orang muslim yang bertemu lailatul qadar. Mereka bisa merasakan dampak dari kedamaian yang timbul dalam hati seorang muslim.