Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia pada, Selasa 5 Mei 2020 di RS Kasih Ibu Solo.
Tak hanya itu saja bahkan sang maestro berjuluk The Godfather of Broken Heart itu pergi dengan meninggalkan segudang karya musik, yang tidak hanya diterima kalangan penyuka campursari melainkan anak muda hingga ke belahan dunia lain.
Tak hanya itu saja bahkan meskipun karyanya mayoritas berbahasa Jawa, namun lagu yang ditembangkan adik pelawak Mamiek Prakoso itu ramah di telinga penikmatnya di Suriname dan Belanda.
Berikut sejumlah lagu Lord Didi Kempot yang populer di luar negeri.
1. Cidro
Didi Kempot tenar di Suriname dan Belanda, bahkan beberapa kali memenangi anugerah musik nasional di Suriname. "Cidro" menjadi awal kepopulerannya di negara Amerika Selatan bekas jajahan Belanda itu pada 1993.
"Saya nyanyi ada satu lagu Jawa judulnya 'Cidro'. Di Indonesia kurang terkenal, ternyata ada turis Suriname di Indonesia, domisili di Belanda, lagu itu lalu diputar di radio Amsterdam, lagunya digemari sekali," kata Didi.
2. Layang Kangen
Pada 1996, Didi menggarap dan merekam lagu berjudul Layang Kangen di Rotterdam, Belanda. Hal itu dilakukan karena musiknya diterima masyarakat Belanda, setelah kesuksesan lagu Cidro.
3. Stasiun Balapan
Stasiun Balapan adalah lagu paling berkesan bagi Didi Kempot, sebab tembang itu yang meroketkan namanya di kancah musik nasional.
Lagu itu diciptakan pada akhir 1990-an, setelah ia kembali ke Indonesia usai rekaman di Belanda. Lagu itu juga populer di Suriname dan Belanda.
4. Joget Sikep
Lagu ini diciptakan Didi yang terinspirasi gaya berjoged orang Belanda. Lagu sering ia bawakan saat konser di Belanda maupun Suriname.
Selain lagu-lagu tersebut, tembang-tembang populer Didi Kempot antara lain Pamer Bojo, Sewu Kutho, Parang Tritis, Banyu Langit, Pantai Klayar, Cucak Rowo, dan tentunya Perahu Layar dan Sekonyong-Konyong Koder.
Belasan kali penyanyi bernama lengkap Dionisius Prasetyo ini bolak-balik ke Suriname untuk manggung. Komunitas Jawa di Suriname mencapai 15 persen dari total populasi.
Namun, menurut Soewarto Moestadja, yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Suriname pada 2013 lalu, musik Didi tak cuma populer di komunitas Jawa, melainkan orang-orang Suriname yang memang penggemar musik campur sari serta keroncong.
Ia tak menyangka mantan pengamen jalanan bisa diterima oleh pendengar di Eropa dan Amerika Selatan.
Didi Kempot juga berencana menggelar konser Akbar di Stadion Gelora Bung Karno pada 10 Juli 2020 mendatang. Namun konser tersebut urung dilaksanakan setelah sang legenda menghembuskan nafas terakhirnya.