Kinerja Anjlok, Dirut Asabri Lakukan Ini

Kinerja Anjlok, Dirut Asabri Lakukan Ini

adminweb
2020-01-31 10:31:18
Kinerja Anjlok, Dirut Asabri Lakukan Ini
Asabri. Foto: Istimewa

Direktur Utama PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) Sonny Widjadja, mengatakan bahwa perusahaan asusransi ini mencatatkan risk based capital (RBC) -571,17% pada 2019. Dari jumlah tersebut diperkirakan akan membengkak menjadi -643,49% pada 2020.


Tentu saja ini merupakan catatan negatif karena liabilitas perseroan lebih tinggi dibandingkan dengan total aset. Pada 2019, liabilitas Asabri tercatat senilai Rp36,94 triliun sedangkan asetnya senilai Rp30,84 triliun.


Lebih lanjut, menurut Sonny, kondisi yang anjlok pada 2019 tersebut dipicu oleh adanya unrealized loss investasi saham dari program Tunjangan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKm) senilai Rp4,84 triliun. Hasil investasi perseroan secara keseluruhan pada 2019 pun tercatat negatif Rp4,94 triliun.


"Premi yang didapat tidak bisa menutup biaya klaim, kemudian cadangan, termasuk biaya pemakaman istri, suami, dan anak. Asabri menghadapi underwriting negatif sehingga harus di-cover dengan investasi, tapi investasi juga mengalami kesulitan untuk menutup itu semua," ujar Sonny, Rabu (29/1).


Dalam kondisi tersebut, Asabri menyiapkan upaya pemulihan melalui pemetaan aset yang bermasalah dan mengubah portofolio investasi menjadi lebih moderat. Per Desember 2019, Asabri tercatat menanam 45,3% investasi di reksa dana, 30,57% di obligasi, dan 14,53% di saham.


Selain itu, upaya lain adalah dengan meminta pertanggung jawaban Benny Tjokro pemilik PT Hanson International Tbk. (MYRX) dan Heru Hidayat pemilik PT Trada Alam Minera (TRAM), PT Inti Agri Resources (IIKP), dan PT SMR Utama (SMRU) yang dinilai memiliki utang investasi saham Rp10,9 triliun. Tanggung jawab yang harus dipenuhi Benny tercatat senilai Rp5,1 triliun sedangkan Heru senilai Rp5,8 triliun.


"Penurunan ini terjadi karena nilai saham dan reksa dana yang menurun, khususnya paling besar karena dari dua orang itu, dari Rp400–500 tinggal Rp50 perak. Saya bilang ini uangnya prajurit dan Polri, mereka bersenjata, kalau enggak (dipenuhi) tijitibeh, mati siji mati kabeh," ujar Sonny.


Selain itu, menurutnya, Asabri pun akan memanggil semua manajer investasi (MI) yang mencatatkan performa buruk untuk dimintai pertanggung jawaban. Berdasarkan data dari sumber Bisnis, terdapat 25 yang mengelola aset Asabri dan 13 di antaranya berkaitan dengan Benny dan Heru.



Share :
Tags : AsabriAnjlok