Filipina dilanda gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, pada Senin (8/6) pagi waktu setempat.
Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.
Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Mindanao bagian selatan. Gempa mengakibatkan bangunan roboh, gangguan layanan listrik dan air bersih, hingga memicu tanah longsor di beberapa lokasi terdampak.
Otoritas setempat juga sempat mengeluarkan peringatan tsunami sesaat setelah gempa terjadi.
Hingga Selasa (9/6), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai sedikitnya 41 orang.
Wilayah Soccsksargen menjadi kawasan dengan korban terbanyak, termasuk Provinsi Sarangani, Kota General Santos, dan Cotabato Selatan. Sementara itu, korban jiwa juga tercatat di sejumlah wilayah Davao.
Selain korban meninggal, ratusan warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan struktur yang ambruk saat gempa berlangsung.
Sedikitnya 479 orang dilaporkan terluka, sementara empat orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim penyelamat.
Dampak gempa turut dirasakan puluhan ribu penduduk. Sekitar 88 ribu warga terdampak oleh bencana ini, dengan lebih dari 22 ribu orang harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Banyak warga masih bertahan di area terbuka karena khawatir akan gempa susulan yang terus mengguncang kawasan tersebut.
Tim SAR dan petugas darurat terus melakukan operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi, terutama di Kota General Santos dan Provinsi Sarangani yang menjadi wilayah dengan kerusakan terparah.
Proses penanganan korban sempat terkendala karena sejumlah daerah hanya dapat diakses melalui jalur udara.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan cukup besar pada infrastruktur.
Otoritas setempat mencatat sembilan jembatan dan 19 ruas jalan mengalami kerusakan. Sementara itu, sebanyak 1.889 rumah terdampak, termasuk sekitar 1.500 unit yang dilaporkan hancur total.





