Jakarta - Umi Pipik mengingatkan umat Muslim agar menyambut Ramadan dengan kesiapan hati dan rasa syukur. Baginya, kebahagiaan bukan sekadar perasaan, tapi cerminan iman saat memasuki bulan suci.
Menurutnya, Ramadan adalah momen istimewa yang tidak selalu bisa ditemui setiap tahun. Karena itu, ia menekankan pentingnya menyambut bulan penuh ampunan ini dengan hati yang lapang dan penuh semangat beribadah.
“Kalau seorang Muslim tidak merasa bahagia menyambut Ramadan, perlu ditanyakan hatinya,” ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Momentum Terbaik Mengejar Surga
Umi Pipik menyebut Ramadan sebagai kesempatan emas untuk memperbanyak pahala. Di bulan ini, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sementara pintu neraka ditutup dan godaan setan dibelenggu.
Ia mengingatkan bahwa tidak ada jaminan seseorang akan masuk surga, sehingga Ramadan menjadi ruang yang Allah berikan untuk memperbaiki diri dan mengejar ampunan.
“Ini waktu kita mengejar surga. Allah beri satu bulan penuh untuk memperbanyak kebaikan,” tuturnya.
Ramadan Lebih Spesial dengan Kehadiran Cucu
Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi Umi Pipik. Kehadiran cucu pertamanya dari pasangan Adiba Khanza dan Egy Maulana Vikri menambah suasana hangat di rumah.
Ia mengaku suasana keluarga yang semakin ramai menjadi energi tambahan dalam menjalani ibadah.
“Makin spesial, makin rame,” katanya singkat.
Baca Juga: Ivan Gunawan Resmikan Masjid di Depok Jelang Tarawih Pertama, Cita-Cita Sejak Tahun Lalu
Batasi Pekerjaan, Fokus Keluarga
Meski tetap menjalani aktivitas pekerjaan, Umi Pipik berusaha membatasi jadwalnya. Ia memilih bekerja di pagi hari agar sore hingga malam bisa sepenuhnya bersama keluarga.
Baginya, Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tapi juga momen mempererat kebersamaan dengan orang-orang terdekat.






