Jakarta — Kendrick Lamar kembali melakukan apa yang paling ia kuasai: mengubah sejarah. Di Grammy Awards 2026, rapper asal Compton ini resmi menyalip Jay-Z sebagai rapper dengan koleksi Piala Grammy terbanyak sepanjang masa. Bukan gimmick, bukan sensasi—ini murni konsistensi.
Di tengah malam penghargaan yang penuh nama besar, Kendrick tampil tenang namun mematikan. Tanpa perlu drama, ia membiarkan musik dan angka berbicara.
Dari Nominasi ke Dominasi
Grammy Awards 2026 jadi panggung pembuktian. Kendrick Lamar masuk dengan sembilan nominasi dan keluar dengan setidaknya empat kemenangan, termasuk Best Rap Performance lewat “Chains and Whips,” Best Melodic Rap Performance bersama SZA lewat “Luther,” serta Best Rap Song untuk “TV Off.”
Rangkaian kemenangan ini mengantarkan Kendrick pada total 26 Piala Grammy, satu angka di atas Jay-Z yang sebelumnya memegang rekor dengan 25 trofi. Sebuah tonggak baru dalam sejarah hip-hop.
GNX: Album yang Menutup Perdebatan
Sorotan utama datang saat GNX dinobatkan sebagai Best Rap Album. Album ini mengungguli rilisan dari Clipse, GloRilla, JID, hingga Tyler, the Creator—nama-nama yang selama ini disebut sebagai wajah baru rap Amerika.
Kemenangan GNX terasa seperti pernyataan: Kendrick Lamar belum selesai. Bahkan, album ini masih berpeluang menambah koleksi piala lewat nominasi besar seperti Record of the Year dan Album of the Year.
Baca Juga: Satu Dekade Menanti, Kehlani Raih Dua Grammy Perdana Lewat “Folded”
Pidato Pendek, Dampak Panjang
Di atas panggung, Kendrick tampil apa adanya. Tanpa euforia berlebihan, tanpa pidato panjang penuh basa-basi.
“Saya tidak pandai berbicara tentang diri saya sendiri. Saya mengungkapkannya lewat musik,” ucapnya singkat. Kalimat sederhana yang justru mencerminkan seluruh kariernya.
Hip-Hop Bukan Tren Sesaat
Bagi Kendrick Lamar, hip-hop bukan sekadar genre—ini adalah budaya yang tak bisa dihapus oleh waktu.
“Hip-hop akan selalu ada. Kita akan berdiri bersama budaya kita, bersama orang-orang kita,” katanya, menegaskan posisi hip-hop sebagai ruang kolektif, bukan sekadar produk industri.
Bukan Kejutan, Tapi Klimaks
Prestasi ini terasa sebagai kelanjutan, bukan kejutan. Pada Grammy Awards 2025, Kendrick Lamar sudah menyapu lima piala lewat “Not Like Us,” termasuk Record of the Year dan Song of the Year.
Dengan total 66 nominasi Grammy sepanjang kariernya, Kendrick Lamar kini berdiri bukan hanya sebagai pemecah rekor, tetapi sebagai standar—tolok ukur tentang bagaimana rap, pesan, dan konsistensi bisa berjalan seiring.






