Jakarta – Enau dan Ari Lesmana kembali memperkaya lanskap musik Indonesia lewat kolaborasi intim bertajuk Sesi Potret. Lagu ini menghadirkan harmonisasi vokal kakak-beradik yang terasa jujur, sekaligus menjadi ruang berbagi keresahan tentang kehilangan dan kerinduan.
Kehadiran Ari Lesmana memberi warna emosional tersendiri. Karakter vokalnya berpadu dengan gaya bercerita Enau yang reflektif, membangun chemistry musikal yang terasa alami. Kolaborasi ini menegaskan bahwa ikatan keluarga mampu melahirkan karya yang personal dan menyentuh.
Sesi Potret merefleksikan rapuhnya hidup manusia di hadapan perpisahan yang bisa datang tanpa aba-aba. Enau mengungkapkan, lagu ini lahir dari berbagai kisah duka yang dialami orang-orang terdekatnya—tentang kehilangan, rasa bersalah, penyesalan, dan rindu yang tertinggal.
Baca Juga: Angel Pieters Maknai Kedewasaan Perasaan Lewat Single “Rindu”
“Lagu Sesi Potret dibuat awal November 2025 sebagai representasi dari kisah orang-orang di sekitar saya dan istri saya atas duka kehilangan, rasa bersalah, penyesalan, bentuk kerinduan mendalam, dan juga pengingat soal ‘waktu itu’ yang akan tiba tanpa aba-aba,” ujar Enau dalam keterangan tertulis.
Lewat liriknya, pendengar diajak menengok perasaan yang kerap baru disadari saat semuanya terlambat. Judul Sesi Potret dipilih sebagai metafora—bahwa foto sering menjadi satu-satunya medium untuk kembali ke masa yang tak bisa diulang.
Lagu ini juga menyinggung gengsi yang kerap menjadi penghalang untuk sekadar bertemu atau mengungkapkan kasih. Enau menekankan pentingnya menanggalkan ego demi menciptakan kenangan, sebelum waktu memutus segalanya.
“Kadang gengsi membuat kita menunda pertemuan atau pelukan hangat. Jangan sampai ada kata terlambat, karena benar adanya, waktu tidak bisa diulang lagi,” jelasnya.
Dari sisi musikal, Sesi Potret diproduseri Kevin Pangestu. Nuansa kekeluargaan terasa kuat, bukan hanya dari duet vokal Enau dan Ari Lesmana, tetapi juga dari proses kreatif yang melibatkan orang-orang terdekat dalam penulisan lirik.






