Angel Pieters Maknai Kedewasaan Perasaan Lewat Single “Rindu”

Angel Pieters Maknai Kedewasaan Perasaan Lewat Single “Rindu”

Frida Tiara Sukmana
2026-02-01 15:00:00
Angel Pieters Maknai Kedewasaan Perasaan Lewat Single “Rindu”
Angel Pieters merilis single Rindu, lagu pop balada reflektif tentang kedewasaan perasaan dan keberanian untuk jujur pada diri sendiri/Foto: Dok. @angelpieters dan @nocturnerecord

Jakarta – Angel Pieters kembali menghadirkan karya yang personal lewat single terbarunya berjudul Rindu. Lagu ini menjadi ruang refleksi bagi Angel untuk mengajak pendengar berdamai dengan perasaan, tanpa harus terjebak dalam drama atau kesedihan yang berlarut.



Menurut Angel Pieters, Rindu lahir dari fase ketika seseorang akhirnya memiliki waktu untuk berhenti sejenak dan mendengar isi pikirannya sendiri. Ia memilih balutan pop balada yang tenang, menjadikan rindu sebagai jeda jujur di tengah ritme hidup yang kerap terburu-buru.



“Rindu buat aku adalah lagu tentang keberanian untuk mengakui rasa, tanpa harus memaksa hasil akhirnya. Kadang kita tidak butuh jawaban, kita hanya ingin jujur pada perasaan sendiri,” ujar Angel Pieters dalam keterangan tertulis.



Ia menambahkan, rindu tidak selalu menuntut penyelesaian. Ada kalanya perasaan itu cukup diakui dan disimpan dengan lembut dalam diri. “Terkadang rindu tidak selalu meminta penyelesaian; bisa saja rindu hanya ingin diakui, lalu diletakkan dengan aman di dalam diri kita,” tuturnya.


Baca Juga: Ari Lesmana dan Enau Rilis “Sesi Potret”, Lagu Tentang Rindu dan Waktu yang Tak Pernah Kembali




Soal Lirik dan Musik

Dalam penggarapan lirik, Angel Pieters bekerja sama dengan Clara Riva. Keduanya merangkai kata yang merepresentasikan fase kedewasaan emosional—tentang merasakan tanpa perlu menggenggam terlalu erat.



“Di situlah kekuatannya. Rindu di lagu ini bukan rayuan untuk kembali, melainkan pengakuan paling manusiawi bahwa ada bagian hidup yang pernah indah dan layak disimpan dalam ingatan,” jelas Angel.



Dari sisi musikal, Rindu digarap dengan nuansa sinematik yang lembut. Trinanda Imawan Wibisono mengisi piano, Pefiri menangani drum dan programming, sementara sentuhan orkestra dari Fame’s Project yang diaransemen Marthin Tupanno memperkaya atmosfer lagu.



Visual yang Intim dan Reflektif

Video musik Rindu disutradarai sekaligus diedit oleh Reuben Tourino. Visualnya menampilkan sisi Angel Pieters yang lebih tenang dan introspektif, selaras dengan nuansa lagu.



Angel Pieters juga terlibat langsung sebagai produser video musik, memastikan konsistensi estetika bersama artwork dari Artnivora. Semua elemen dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang utuh—tanpa berlebihan, namun terasa dalam.



“Semua elemen ini bukan untuk memamerkan kerumitan, tapi membangun atmosfer. Supaya pendengar seperti diajak duduk sebentar, menatap ke dalam, lalu menghela napas panjang tanpa harus menjelaskan apa-apa,” pungkasnya.



Di bawah naungan Nocturne Record, single Rindu kini sudah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. Lagu ini diharapkan bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang merindukan seseorang, masa lalu, atau versi dirinya sendiri.



Share :

HEADLINE  

Howard Smith x Muklay, Saat Kecepatan Bertemu Ekspresi Seni

 by Miftakhul Hasanah

January 29, 2026 22:15:00


Ranbir Sidhu Ubah Logam Jadi Instalasi Raksasa di Museum

 by Miftakhul Hasanah

January 26, 2026 11:16:05


Karya Tersembunyi Leonardo da Vinci Akhirnya Dibuka untuk Publik

 by Miftakhul Hasanah

January 25, 2026 22:15:00


“The Dot”, Instalasi Laser Futuristik dengan 480 Titik Cahaya

 by Miftakhul Hasanah

January 25, 2026 21:35:02