Seorang penumpang KRL bernama Andari, mengungkapkan kekagumannya pada etos kerja petugas KAI Commuter Indonesia yang membantunya dikala ia merasakan sakit yang tak tertahan.
Baca juga: Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20, Erick Thohir: Kita Sejajar dengan Bangsa Lain
Andari bersama sang suami menaiki KRL dengan tujuan Depok usai
menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat pada
Selasa, 7 Desember 2022. Andari menerima sejumlah tindakan dari dokter untuk
menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
Namun Andari merasakan nyeri yang sangat hebat menyerang kepala
sebelah kanan ketika ia sedang berada di stasiun Cikini. Suami Andari kemudian
meminta izin pada petugas keamanan KRL agar mengijinkan sang istri untuk
berbaring untuk meredakan sakit yang dirasakan.
Bukan hanya izin yang Andari dapatkan, melainkan ia juga
dituntun oleh sang petugas untuk berbaring di kursi prioritas. Andari yang sedari
pagi memang telah membawa sebuah bantal kecil, akhirnya bisa sedikit
berisitirahat dengan nyaman untuk menahan rasa sakitnya.
“Ibu turun dimana, apakah kami perlu siapkan kursi roda di
stasiun tujuan? Tanya sigap petugas KRL pada Andari.
Petugas keamanan yang diketahui bernama Mustahilah tersebut juga bersedia untuk menjelaskan kondisi Andari jika terdapat penumpang lainnya yang bertanya. Setelah sampai di stasiun Tanjung Barat, Mustahilah juga menyiapkan agar Andari dapat turun dengan nyaman.
Kejadian yang dialami oleh Andari tersebut membuatnya kagum
pada etos kerja para pegawai KAI Commuter Indonesia. Ia bersyukur bahwa bangsa
Indonesia memiliki hati yang saling peduli pada orang lain yang membutuhkan.