OJK Apresiasi Keputusan Erick Thohir Pilih IFG Kelola Dana Pensiun BUMN

OJK Apresiasi Keputusan Erick Thohir Pilih IFG Kelola Dana Pensiun BUMN

Ajeng Conny Pradestina
2022-06-01 15:00:00
OJK Apresiasi Keputusan Erick Thohir Pilih IFG Kelola Dana Pensiun BUMN
Erick Thohir (sumber foto: dok. Kementerian BUMN)

Erick Thohir menunjuk Indonesia Financial Group (IFG) untuk mengelola dana pensiun perusahaan BUMN. Langkah tersebut diapresiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Sumarjono selaku Advisor Departemen Pengawasan Khusus IKNB OJK mengungkapkan bahwa pihaknya menghargai keputusan Menteri BUMN tersebut. Menurutnya, nantinya IFG akan memperkuat kontrol terhadap tata kelola dana yang dihimpun dari pegawai dan karyawan perseroan negara itu.

Baca juga: Memasuki Era Digital, Erick Thohir: Generasi Muda Harus Adaptasi dan Antisipasi Perubahan Teknologi

"Kami menghargai kementerian BUMN yang juga mengambil kesempatan untuk mengembangkan dan memperkuat dana pensiunnya dengan pengawasan IFG dengan konsolidasi,” ujar Sumarjono dalam gelaran IFG International Conference 2022, Rabu (31/5/2022).

Sumarjono mengingatkan agar pelaksanaan rencana tersebut tetap mempertimbangkan peraturan yang berlaku. Menurut data OJK, total aset dana pensiun per Maret 2022 mencapai Rp392,8 triliun atau naik 5,85% secara tahunan (Yoy). Di periode yang sama, nilai investasi dana pensiun sebesar Rp321,45 triliun dan naik 5,84% yoy.

"Kinerja positif di tengah pandemi ini menunjukkan bahwa sektor ini masih menarik,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menyatakan integrasi dana pensiun dilakukan untuk mengamankan aset para pensiunan BUMN dari tindakan korupsi. Hingga saat ini prose kajian masih dilakukan oleh Kementerian BUMN dan manajemen IFG. Upaya ini dilakukan BUMN agar tidak mengikuti kasus Jiwasraya dan Asabri.

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Berpeluang Diusung PAN Jadi Calon Presiden 2024

"Jangan sampai para pensiun ternyata asetnya tidak sampai mengejar liability, nanti seperti Jiwasraya dan Asabri. Pas orang pensiun, dia mau narik ternyata asetnya gak ada," Kata Tiko.


Share :