Daftar dan Jadwal Fenomena Astronomi Mei 2022: Full Flower Moon hingga Black Moon

Daftar dan Jadwal Fenomena Astronomi Mei 2022: Full Flower Moon hingga Black Moon

Nur Tiffany Ariana
2022-05-07 14:58:27
Daftar dan Jadwal Fenomena Astronomi Mei 2022: Full Flower Moon hingga Black Moon
Daftar dan Jadwal Fenomena Astronomi Mei 2022 (Foto Istimewa)

Pada bulan Mei 2022 banyak fenomena astronomi yang akan terjadi. Berikut daftar dan jadwal fenomena astronomi Mei 2022.

Pada bulan Mei ini akan ada Full Flower Moon hingga Black Moon dan dimulai dengan fenomena Gerhana Matahari Sebagian.

Selain itu, ada beberapa fenomena astronomi lainnya yang terjadi pada Mei 2022 ini di antaranya, Konjungsi Bulan-Pollux, Bulan fase perbani awal, Ketampakan terakhir Merkurius, Venus berada di titik terjauh, Gerhana Bulan Total, Bulan Purnama (Full Flower Moon), Perigee, Konjungsi Inferior Merkurius, Puncak konjungsi Bulan-Saturnus, Konjungsi tripel Bulan-Jupiter-Mars, Okultasi Venus, Konjungsi Mars-Jupiter dan Black Moon.

BACA JUGA: Fakta-fakta Fenomena Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021

1. Konjungsi Bulan-Pollux


Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, menjelaskan fenomena astronomi terdekat setelah itu adalah konjungsi Bulan-Pollux.

Fenomena ini dapat disaksikan 25 menit setelah matahari terbenam hingga pukul 22.00 pada 6 Mei 2022 waktu setempat dari arah Barat Laut.


2. Bulan fase perbani awal


Setelah itu Bulan akan memasuki fase perbani awal, yakni ketika Matahari-Bulan-Bumi membentuk sudut 90 derajat sebelum purnama.

Hal itu akan terjadi pada 9 Mei pukul 07.21 WIB/08.21 WITA/09.21 WIT.


3. Ketampakan terakhir Merkurius


Pada tanggal 11 Mei merupakan ketampakan terakhir Merkurius saat petang hari. Merkurius dapat disaksikan dari arah barat laut sejak 25 menit setelah Matahari terbenam selama 30 menit.

Kecerlangan/magnitudo Merkurius sebesar +3,6 dengan ketinggian 6,7 derajat. Merkurius akan dapat disaksikan kembali pada 2 Juni di pagi hari.


4. Venus berada di titik terjauh


Kemudian tanggal 15 Mei pukul 22.00 WIB, Venus berada di titik terjauh Matahari (aphelion) dengan jarak 108.939.000 km.

Meski demikian, tidak mempengaruhi kecerlangan/magnitudo Venus dari Bumi karena dipengaruhi juga oleh sudut fase, yakni sudut yang dibentuk antara Matahari-Venus-Bumi.

Venus dapat disaksikan esok paginya dari arah timur sejak pukul 03.30 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbenam.


5. Gerhana Bulan Total


Pada 16 Mei 2022 pukul 11.11.13 WIB/12.11.13 WITA/13.11.13 WIT merupakan puncak gerhana Bulan total pertama di tahun 2022.

Gerhana itu merupakan gerhana ke-34 dari 72 gerhana dalam siklus Saros 131. Lebar gerhana mencapai 1,4137 kali diameter Bulan untuk umbra dan 2,3725 kali diameter Bulan untuk penumbra.

Titik pusat Bulan berada di 0,2532 kali diameter Umbra Bumi sebelah selatan titik pusat Umbra Bumi.

Gerhana ini berlangsung dengan fase penumbral selama 5 jam 18 menit 40 detik (sejak pukul 08.32.11 WIB hingga 13.50.52 WIB), fase parsial selama 3 jam 27 menit 14 detik (sejak pukul 09.27.57 WIB hingga 12.55.11 WIB) dan fase total selama 84 menit 53 detik (sejak pukul 10.29.07 WIB hingga 11.54.00 WIB).

Gerhana itu hanya dapat disaksikan di Benua Amerika, Eropa, Afrika, Timur Tengah, Selandia Baru dan sebagian besar Oseania. Indonesia tidak mengalami gerhana tersebut karena Bulan sudah di bawah ufuk.

Gerhana tersebut bertepatan dengan detik-detik Waisak 2566 BE yang terjadi pada pukul 11.14.10 WIB/12.14.10 WITA/13.14.10 WIB.


6. Bulan Purnama (Full Flower Moon)


Dikarenakan puncak purnama terjadi saat tengah hari, maka fase purnama kali ini dapat disaksikan selama dua malam berturut-turut, yakni pada 15 Mei petang hari dari arah timur sebelum Matahari terbenam hingga 16 Mei pagi hari dari arah barat sebelum Matahari terbit (iluminasi 99,3-99,8 persen) dan pada 16 Mei petang hari dari arah tenggara setelah Matahari terbenam hingga 17 Mei pagi hari dari arah barat daya setelah Matahari terbit (iluminasi 99,8-99,3 persen).

Konjungsi Purnama-Antares dapat disaksikan pada 16 Mei petang hari dari arah tenggara sejak 25 menit setelah Matahari terbenam hingga 17 Mei pagi hari dari arah barat daya saat 25 menit sebelum Matahari terbit. Sudut pisah Purnama-Antares bervariasi antara 10,3-5,5 derajat.


7. Perigee


Bulan akan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi (perigee) pada 17 Mei pukul 22.23 WIB/23.23 WITA/18 Mei pukul 00.23 WIT dengan jarak 360.298 km dan lebar sudut 33,0 menit busur.

Bulan akan terlihat lebih terang 12,7 persen dibandingkan dengan rata-rata atau 25,2 persen dibandingkan dengan titik terjauhnya (apogee).

Bulan dapat disaksikan dari arah tenggara sejak pukul 19.00 waktu setempat hingga keesokan harinya pukul 08.00 waktu setempat dari arah barat daya.


8. Konjungsi Inferior Merkurius


Tanggal 22 Mei pukul 02.51 WIB/03.51 WITA/04.51 WIT merupakan Konjungsi Inferior Merkurius, yakni konfigurasi ketika Matahari, Merkurius dan Bumi berada pada satu garis lurus jika diamati dari bidang tegak lurus ekliptika.

Konjungsi Inferior menandai pergantian ketampakan Merkurius dari yang semula petang hari menjadi pagi hari.


9. Puncak konjungsi Bulan-Saturnus


Puncak konjungsi Bulan-Saturnus terjadi pada 22 Mei pukul 11.43 WIB/12.43 WITA/13.43 WIT.

Karena terjadi pada tengah hari, maka konjungsi Bulan-Saturnus dapat disaksikan pada dua malam berturut-turut, yakni 22 Mei dari arah timur hingga selatan sejak tengah malam hingga 25 menit sebelum Matahari terbit dan 23 Mei dari arah timur hingga selatan setelah tengah malam hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.


10. Konjungsi tripel Bulan-Jupiter-Mars


Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter-Mars terjadi pada 25 Mei dan dapat disaksikan dari arah timur sejak pukul 02.15 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Fenomena ini dapat disaksikan kembali pada 21-24 Juni 2022 dan 20-21 Juli 2022 mendatang.


11. Okultasi Venus


Venus akan mengalami Okultasi oleh Bulan pada 27 Mei. Okultasi adalah peristiwa terhalangnya benda langit yang "tampak" lebih kecil (seperti planet dan bintang) oleh benda langit lain yang tampak lebih besar jika diamati dari Bumi (seperti Matahari dan Bulan).

Okultasi Venus secara global berlangsung sejak pukul 00.36 UT/07.36 WIB hingga 05.30 UT/12.30 WIB.

Sebagian wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Bali, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian provinsi Papua Barat mengalami Okultasi Venus pada pagi hari setelah Matahari terbit hingga siang hari. Untuk mengamati fenomena ini harus menggunakan alat bantu teleskop.

Fenomena ini pernah melewati Indonesia pada 30 Juni 2011 dan 18 September 2017. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 14 September 2026 dan 27 Mei 2039.


12. Konjungsi Mars-Jupiter


Tanggal 29 Mei pukul 18.03 WIB merupakan puncak konjungsi Mars-Jupiter dengan sudut pisah 35 menit busur.

Sehingga, Konjungsi Mars-Jupiter dapat disaksikan selama dua malam, yakni pada 29 Mei sejak pukul 02.00 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit dengan sudut pisah 42-39 menit busur dan keesokan paginya (30/5) sejak pukul 02.00 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit dengan sudut pisah 37-39 menit busur.


13. Black Moon


Fenomena Astronomis untuk bulan Mei 2022 ditutup dengan fenomena Bulan Hitam atau Black Moon, yakni fase Bulan Baru kedua dalam satu bulan dalam kalender Masehi.

Bulan Hitam kali ini terjadi pada pukul 18.30 WIB/19.30 WITA/20.30 WIT. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 31 Oktober 2015 dan 30 Agustus 2019.

Fenomena ini akan kembali terjadi pada 31 Desember 2024 dan 30 September 2027 mendatang.


BACA JUGA: Fakta Lengkap Gelombang Pasang Air Laut di Pantai Baron, Efek dari Gerhana Bulan Total

Nah, itulah daftar dan jadwal fenomena astronomi Mei 2022, ada Full Flower Moon hingga Black Moon.


Share :